Senin, 27 Juni 2011

Permasalahan Narkoba adalah Tanggung Jawab Kita Bersama (Momentum Hari Anti Narkotika Internaional 2011)

Narkotika, Psikotropika, dan bahan adiktif lainnya yang lebih di kenal dengan sebutan Narkoba, dalam satu sisi sangat bermanfaat untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan. Pada sisi lain , sangat berbahaya apabila disalahgunakan. Sementara itu, dewasa ini justru pada sisi penyalahgunaan narkoba menunjukan perkembangan yang sangat mengkhawatirkan, baik di kota – kota besar maupun kota – kota kecil di Indonesia.
Dampak yang ditimbulkan sebagai akibat peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba terbukti sangat merugikan ditinjau dari segala aspek, baik : medis, sosial, hukum , ekonomi, keamanan maupun agama.          Bahkan apabila tidak ada upaya – upaya pencegahan yang efektip dan berkelanjutan dikhawatirkan dimasa yang akan datang bangsa ini akan kehilangan generasinya ( lost generation ).
Masalah penyalahgunaan narkoba pada dasarnya sudah terjadi sejak dahulu kala terutama pemakaian jenis opiate dan telah diakui sebagai suatu perbuatan dosa yang dapat membahayakan hidup seseorang  dan karenanya dilarang secara moral dan social, bahkan pada awal era kemerdekaan, merokok opiate secara terbatas dilakukan hanya oleh penduduk tertentu saja.

 Pada era colonial pemerintah Belanda pernah di sahkan Undang – undang narkotika, yang berjudul “ Verdovende Middelen Ordonantie “ pada tahun 1927, untuk mengatur pemakaian opiate, namun pemakaiannya hanya dibatasi bukan dilarang. Semenjak proklamasi kemerrdekaan pada tahun 1945 hingga menjelang decade 1960-an belum ditemukan masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Masalah ini mulai muncul pada decade tahun 1970-an sebagai suatu masalah yang jarang. Karena merasa khawatir dengan adanya masalah narkotika di negara tetangga Asean serta masalah lain yang dianggap dapat menggangu keamanan umum, dalam era pemerintahan Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden No. 6/1971 kepada Ketua Badan Koordinasi Intelijen Negara  untuk menanggulangi masalah gangguan keamanan umum, termasuk uang palsu dan penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan Instruksi Presiden tersebut Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara membentuk Badan Koordinasi Pelaksanaan Instruksi Presiden No. 6/1971. Sejak itu hinggaa awal dekade 1990-an situasi masalah narkotika tidak berubah.
 Ketika itu ada keyakinan yang luas bahwa masalah narkoba tidak akan menjadi masalah yang serius karena ketaatan bangsa Indonesia yang kuat pada agama. Akan tetapi pada pertengahan dekade 1990-an masalah narkoba dan peredaran gelap meningkat.
Hingga sampai dengan saat ini setelah lahirnya Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman yang cukup berat, permasalahan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba masih cukup tinggi tidak terkecuali di Kabupaten  Karawang.

Kondisi Indonesia saat ini :
-            Indonesia sudah di label sebagai Negara Produsen Narkoba ( terutama jenis shabu – shabu dan extasy serta ganja )
-            Jumlah penyalahguna narkoba di Indonesia hampir mencapai atau sekitar 2 % dari jumlah penduduk Indonesia kurang lebih 4  juta jiwa,  dengan persentase tertinggi didominasi oleh remaja usia produktif
-            Kasus kematian yang diakibatkan penyalahgunaan narkoba sekitar 15.000 jiwa/tahun
-            60 % dari para pengguna narkoba suntik tertular virus HIV.
-            Sumber BNN RI
Peredaran Gelap Narkoba di Kabupaten Karawang
Pada awalnya Kabupaten Karawang begitu kondusip, sedikit sekali tindak pidana narkoba terjadi di Kabupaten ini, karena Karawang terkenal masyarakatnya yang cukup agamis dan sosial kemasyarakatannya cukup kental. Akan tetapi tahun – tahun terakhir Kabupaten ini terus menjadi  titik tujuan dari peredaran gelap narkoba. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah ungkap kasus penyalahguna narkoba yang  semakin meningkat dari tahun.

1.        Karawang menjadi daerah peredaran narkoba yang cukup strategis, hal ini disebabkan letak wilayah Kabupaten Karawang yang sangat dekat dengan Jakarta dan Bandung.
2.        Persentase penyalahguna didominasi oleh remaja usia produktif
3.        Jumlah kasus tindak pidana narkoba di Kabupaten Karawang setiap tahun nya cenderung meningkat  dengan persentase terbesar adalah remaja, antara usia 18 – 30 tahun
4.        Tindak pidana narkoba kian tahun kian meningkat, hal ini dapat dilihat dari capaian   Sat.
       Narkoba Polres Karawang.
       Data Kasus Narkoba Tahun 2008 s/d 2010:
       a.  BERDASARKAN JENIS KASUS                                         : 338  Kasus   
       b.   BERDASARKAN JUMLAH TERSANGKA           : 457  Tersangka  
Jika dirata – rata per tahun, tercatat tidak kurang dari 112 kasus per tahunnya dengan jumlah tersangka sebanyak 152 orang tersangka. Data tersebut diatas merupakan                                                     “  PENOMENA GUNUNG ES “
 DARI DATA TERSEBUT DI ATAS DI DOMINASI OLEH LAKI – LAKI 90% SERTA DIDOMINASI OLEH PENGGUNA 90 %
( Sumber : Satuan Narkoba Polres Karawang )

5.        Kasus HIV/ AIDS terlaporkan hingga Tahun 2011 di Kabupaten Karawang sebanyak 220 Kasus.
Mengingat berbagai dampak yang ditimbulkan sebagai akibat peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba yang dapat merugikan dan membahayakan diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara maka perlu adanya penanganan yang komprehensip dan berkesinambungan dari semua komponen masyarakat.
Oleh karena itu dalam menghadapi ancaman yang sangat menghawatirkan dan berbahaya ini, Badan Narkotika Kabupaten ( BNK ) Karawang akan berupaya keras dalam upaya pencegahan, pemberantaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba  dengan dukungan semua komponen masyarakat.
Program BNK Karawang dalam upaya menekan peredaran gelap serta penyalahgunaan narkoba khususnya di Kabupaten Karawang :
1.        PREVENTIF ( PENCEGAHAN )
Upaya – upaya dari program ini melalui kegiatan :
            - Penyuluhan/ Sosialisasi : Secara langsung
              maupun  melalui media cetak dan elektronik. ( Penyuluhan secara langsung kepada pelajar, mahasiswa serta masyarakat secara umum ).
            - Pelatihan
            - Seminar/ Workshop
            - KIE ( Komunikasi, informasi dan edukasi )  
              berupa : Leaplet/ brosur, poster, sticker, dll.
Program ini lebih fokus pada upaya menyelamatkan orang – orang yang tidak  terjerumus pada penyalahgunaan serta penyalahgunaan narkoba terutama generasi muda/ remaja khususnya di Kabupaten Karawang.
2.        REFRESIF ( PENINDAKAN/ PENEGAKAN HUKUM )
Program ini meliputi :
       -  Penyelidikan
       -  Penyidikan
       -  Penangkapan
       -  Penahanan
Program ini dilaksanakan oleh Satuan Narkoba Polres Karawang   ( Bidang Gakum BNK Karawang ).  Sasaran dari program ini yaitu  : Penyalahguna, Pengedar, Produsen Narkoba khususnya di wilayah hukum Kabupaten Karawang.
3.        REHABILITATIF
Untuk saat ini Karawang belum mempunyai  sarana terapi dan rehabilitasi, jadi baru sebatas merujuk korban penyalahguna ke pusat terapi dan rehabilitasi BNN RI maupun BNP Jawa Barat.
Melalui momentum Hari Anti Narkotika Internaional ( HANI ) Tahun 2011 ini, mari bersama – sama kita rapatkan barisan serta kuatkan niat dan langkah dalam upaya menanggulangi bahaya penyalahgunaan narkoba khususnya di Kabupaten Karawang demi masa depan generasi muda bangsa yang lebih cerah.
SAY NO TO DRUG’S.....!

0 komentar:

Posting Komentar