Jumat, 02 Desember 2011

Refleksi Hari Aids Sedunia ( HAS ) 2011

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr. Wb
Setiap tanggal 1 Desember bangsa-bangsa diseluruh dunia senantiasa memperingati hari Aids Sedunia, hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan manusia termasuk kita yang berada di tempat ini menyadari akan bahaya penyakit tersebut dan agar kita semua menjauhi setiap perilaku yang akan menyebabkan kita, keluarga kita atau saudara-saudara kita terinfeksi penyakit yang mematikan tersebut yang hingga saat ini belum ditemukan obat penyembuhannya.
Saat ini Jawa Barat menduduki rangking pertama jumlah penderita HIV/Aids di Indonesia menyusul Jawa Timur, Papua, DKI dan Bali. Hal ini tentu harus menjadi perhatian kita semua agar keluarga dan masyarakat di sekitar kita bisa kita lindungi dari penyakit tersebut.
Pengertian HIV/Aids dan cara penularannya
HIV adalah nama virus yang menyebabkan AIDS, HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus atau virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia, virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang memungkinkan berbagai penyakit masuk dan sulit disembuhkan. Sedangkan Aids singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome adalah sindrom kumpulan dari berbagai gejala dan infeksi sebagai akibat dari kerusakan spesifik sistem kekebalan tubuh karena infeksi HIV pada  manusia.
HIV ditularkan melalui kontak langsung aliran darah dengan cairan tubuh yang mengandung HIV seperti darah, air mani (sperma), cairan vagina, preseminal dan air susu ibu. Dengan demikian penularan HIV ini bisa terjadi melalui hubungan seks, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi yang biasa digunakan pengguna narkoba suntik, alat tusuk yang menembus kulit seperti alat tindik, tato, alat cukur, alat sunat dan alat facial wajah. Pertukaran darah yang mengandung HIV antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin dan menyusui serta kontak lain dengan salah satu pihak mengidap HIV/Aids.
Hingga Juni 2011 berdasarkan data dari KPA Provinsi Jawa Barat, jumlah kumulatif pengidap HIV/Aids di Jawa Barat sudah mencapai 5.966 orang (laki-laki 4321, wanita 1425 dan tidak diketahui 220 orang), sedangkan di Kabupaten Karawang hingga saat ini sudah ada 270 orang yang terinfeksi HIV/Aids dengan kasus yang paling besar adalah dari seringnya berganti pasangan seks (heteroseksual) seperti pelacuran dan kedua pengguna narkoba suntik, homobiseksual, transmisi perinatal. Sedangkan di Kabupaten Karawang hingga saat ini tercatat sebanyak 270 orang yang terinfeksi HIV/Aids terutama akibat hubungan seks yang tidak aman dan pengguna narkoba suntik merupakan penyebab utama terinfeksi penularannya.
Jumlah tersebut baru sebatas mereka yang sadar untuk diperiksa atau memeriksakan kesehatannya kepada dokter, mengingat kasus HIV/Aids adalah fenomena gunung es, tentu masih banyak bahkan lebih banyak jumlah penderita HIV/Aids di sekitar kita yang belum terdeteksi karena perilaku masyarakat yang suka berjina dan mengkonsumsi narkoba suntik. Ada sekitar 1.332.704 warga Jawa Barat diantaranya 52.056 warga Kabupaten Karawang yang rawan terinfeksi virus HIV/Aids.
Berdasarkan jenis pekerjaan dari 5.966 penderita HIV/Aids di Jawa Barat bukan hanya yang berprofesi sebagai WTS tetapi hampir semua profesi sudah ada yang tertular HIV/Aids seperti PNS, TNI, POLRI, Karyawan, Pelajar dan Mahasiswa, Ibu Rumah Tangga, PRT, Tukang Ojeg, Tukang Parkir sampai Pemulung.
HIV tidak ditularkan melalui kontak air mata, air keringat, air liur/ludah atau air kencing. HIV juga tidak ditularkan melaui makan atau minum bersama, pemakaian alat makan dan minum bersama, pemakaian fasilitas umum bersama seperti pemakaian telepon, toilet/wc umum, kolam renang, bersentuhan, berpelukan dan kegiatan sehari-hari lainnya.
Istri yang shalihah bisa terinfeksi HIV apabila suaminya tukang jajan (melacur) tanpa pengaman dan sebaliknya suami yang shalih akan terinfeksi HIV apabila menikahi istri yang terinfeksi HIV dan anaknyapun bisa terinfeksi HIV dari orang tua yang salah satunya terinfeksi HIV.