Senin, 23 September 2013

Bersama Warga Segar Jaya Kecamatan Batu Jaya


Jum'at 20 September 2013 Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana yang juga sebagai ketua pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karawang bersama Kelompok KNM Desa Segar Jaya Kecamatan Batujaya memberikan Sosialisasi HIV dan AIDS di Desa Segar Jaya Kecamatan Batujaya.

Dalam kesempatan tersebut dr. Cellica Nurrachadiana berpesan kepada warga Segar Jaya untuk melakukan hidup sehat agar terhindar dari penularan HIV dan AIDS. (admin)

Jumat, 13 September 2013

MEMBINA GENERASI MUDA TUGAS KITA BERSAMA




Perkembangan generasi muda / remaja disegala bidang saat ini memang sangat luar biasa, hal itu seiring dengan perkemabangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Cuma masalahnya tidak sedikit dampak negatip yang dialami remaja/ generasi muda akibat ketidaksiapan sumber daya manusianya, dampak – dampak negatip itu antara lain : Narkoba, Sex Bebas serta Penyebaran Virus HIV.
Tentunya semua itu tidak bias kita biarkan dan juga tidak saling lempar tanggungjawab bahwa ini tugas dan tanggungjawab siapa, ini adalah tugas dan tanggungjawab kita bersama pemeritah beserta semua komponen masyarakat, sebab jika kita hanya berpangku tangan maka siap – siap kasus penyalahgunaan narkoba, sex bebas serta penyebaran virus HIV di kalangan remaja akan terus meningkat.
Momentum itu disampaikan oleh Ibu Wakil Bupati Karawang yang juga Ketua KPA Kabupaten Karawang dalam acara sosialisasi bahaya HIV & AIDS di Desa Lemah Abang dan Karyamukti Kecamatan Lemah Abang ( rabu/ 11-08-2013) . Kegitan yang di gagas oleh KNM Mahasiswa UNSIKA kerjasama dengan KPA Kabupaten Karawang itu berlangsung meriah, selain dihadiri oleh aparatr desa dan muspika, juga dihadiri oleh ibu- ibu PKK dan Majlis Ta’lim serta pelajar di wilayah masing – masing. Harapannya melalui kegiatan tersebut, masyarakat lebih sadar dan peka terhadap masalah – masalah yang terjadi pada lingkungan sekitarnya terutama mengenai kenakalan remaja. Admin

Jumat, 06 September 2013

MANAJEMEN MODERN


Disampaikan Pada Diklat Prajabatan CPNS Angkatan II & III
Kamis, 22 Agustus 2013

Manajemen modern menurut abraham maslow :
Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda. Jalur pertama merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang di kenal sebagai perilaku organisasi, jalur yang kedua dibangun atas dasar manajemen  ilmiah, dikenal sebagai aliran kuantitatif (operation reseach dan management science atau manajemen operasi)

Mekanisme penyelenggaraan pemerintah modern selalu mengorientasikan tindakan-tindakannya pada pencapaian sesuatau hasil yang nyata (result oriented government). Bahwa manajenem pemerintahan diarahkan agar terlebih dahulu mendefinisikan “hasil apa” yang ingin dicapai dengan modal (uang, peratan, keahlian,dan tenaga kerja) yang dikerahkan.

Pelaksanaan manajemen pemerintahan selalu berhubungan dengan target yang ingin dicapai oleh setiap unit (depatemen, lembaga, dinas-dinas, dst) dalam suatu periode tertentu. 

Misalnya bagi dinas perhubungan , berapa jumlah pendatan dari retribusi parkir dalam satu tahun anggaran di suatu daerah tertentu, atau berapa target pendapatan asli daerah sendiri (PADS) dari suatu daerah yang akan diperoleh pada suatu tahun. 

Dalam menghimpun dan menggerakan orang (SDM yang dimiliki) memperoleh dan menggunakan uang, mengadakan, menggunakan dan memelihara peralatan dan perbagai sumber daya demi tercapainya tujuan organisasi dinas daaerah.

Prinsip-prinsip manajemen pemerintah daerah antara lain efektifitas, efisiensi, dan inovasi.

Berkaitan dengan adanya kebutuhan pelaksanaan manajemen modern dalam manajemen pemerintahan (dinas daerah), maka “kepeminpinan” adalaah merupakan satu faktor yang dibutuhkan. Berdasarkan prisnsip menajemen modern kepemimpinan pemerintah bertanggungjawab dalam.

a. Internal 

  • Mengembangkan kemampuan staf yang serba bisa
  • Membangun hubungan kerja vertikal dan horizontal yang saling mengukung
  • Menciptakan suasana kerja yang bergairah sehingga kreatifitas setiap aparat dalam lembaga pemerintah dapat dipacu 

b. Eksternal

Pembinaan kemampuan dan disiplin seluruh aparat pada dinas-dinas yang ada untuk mentelenggarakan fungsi utama pemerintahan melalui pekerjaan yang diemban oleh dinas masing-masing.

Dua faktor untuk mengukur kerbhasilan kepemimpinan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah :
  1. Kemampuan para pemimpin dan pendukungnya mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan peluang yang terbuka bagi pencapaian tujuan. Ini mencakup kualitas dan motivasi dari sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi.
  2. Tingkat efektifitas dan efisiensi yang dapat dicapai dalam gerak oeganisasi membawakan peranan-peranan yang sudah disepakati. Ini berkenaan dengan cara pengorganisasian, kebijakan yang telah dilaksanakan, jaringan sistem yang terbangun (baik dalam artian manajerial maupun operasional) melalui mana perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian berlangsung


Selasa, 03 September 2013

LOKAKARYA MEMBANGUN KEMITRAAN DALAM RANGKA PERSIAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PMTS PARIPURNA



Peningkatan kasus HIV  & AIDS di Indonesia saat ini di dominasi oleh penularan melalui transmisi seksual. Dari resiko penularan melalui transmisi seksual merupakan yang tertinggi, sebanyak 57,7%, disusul penggunaan narkoba suntik 36,2%, dari ibu ke anak 2,8%, dan transpusi darah 0,2%. Sedangkan dari factor usia, dilaporkan usia muda antara 20-29 tahun merupakan kelompok yang tertinggi 46,4%, disusul kelompok umur 30-39 tahun sebanyak 31,5% ( berdasarkan laporan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Juni 2011 ).
Sementara peningkatan kasus HIV  & AIDS di KABUPATEN Karawang  cukup signifikan, tercatat hingga Agustus 2013 sebanyak 315 kasus. Tentunya data tersebut hanyalah sebagian kecil saja dari data yang mungkin terjadi sesungguhnya, di ibaratkan sebagai “phenomena gunung es”. Namun tentunya jika semua komponen bahu membahu dalam upaya pencegahan serta penanggulangan HIV  & AIDS khususnya di Kabupaten Karawang niscaya permasalahan tersebut dapat diminimalisir serta dapat ditangani dengan baik.
Permasalahan tersebut menjadi isu penting dalam acara Lokakarya Membangun Kemitraan Dalam Rangka Persiapan Pelaksanaan Program PMTS Pripurna ( 26-29 Agustus 2013 ) bertempat di Citra Grand Hotel Karawang ). Dalam sambutannya, dr.Cellica Nurrachadiana selaku Ketua Pelaksana KPA Kabupaten Karawang menitikberatkan akan pentingnya kerjasama semua stake holder baik di pemerintahan maupun komponen masyarakat,  sehingga permasalahan HIV & AIDS khususnya di Kabupaten Karawang dapat di tanggulangi dengan baik. Admin