Sabtu, 15 Agustus 2015

HALAL BIL HALAL BP4K


Keberadaan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) memiliki peran yang sangat penting dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia Kab. Karawang di bidang pertanian yang berkualitas, guna menghadapi perkembangan Kab. Karawang yang semakin pesat. Hal tersebut disampaikan dr Cellica Nurrachadiana saat menghadiri acara halal bil halal yang digelar oleh Keluarga Besar BP4K Kab. Karawang dan (Perhiptani) Perhimpunan Penyuluh Tani Kab Karawang pada Kamis (13/8).

 Selanjutnya Bupati mengatakan, Kab. Karawang saat ini telah menjadi pusat perhatian di tingkat nasional, karena menjadi salah satu daerah Lumbung Ketahanan Pangan Nasional 3 besar penghasil terbesar terutama Padi, hasil mencapai 500 Ribu Ton Pertahun di Karawang itu sudah surplus,  ini semua tentunya membutuhkan dukungan masyarakat dan juga dari semua pihak termasuk pemkab juga akan berupaya dalam hal memperhatikan kesejahteraan Petani, rencana Pemkab akan membentuk  BUMD Pertanian, BUMD ini di buat wujud sebagai kepedulian Pemkab terhadap kesejahteraan Petani , para Penyuluh pertanian  dan ketersediaan pangan baik untuk konsumsi domestik maupun nasional.

perkembangan industri yang sangat pesat di Kab. Karawang pun perlu diimbangi oleh kesiapan masyarakat, khususnya dalam rangka memanfaatkan potensi tersebut bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.  namun untuk lahan Pertanian Pemerintah Kabupaten Karawang akan terus berupaya untuk mempertahankan 89 Ribu Hektar Lahan Teknis Pertanian dengan membuat Perda Lahan Pangan Pertanian berkelanjutan, kepada yang ingin izin alih fungsi pengusaha apapun itu yang datang kepada Plt Bupati, akan di tolak.
mengenai Halal Bil Halal Plt Bupati Karawang apresiasi atas Keguyuban Keluarga besar BP4K ini, masih dalam suasana Lebaran, mari bersama terus untuk berusaha menjadi Pribadi yang semakin hari semakin menjadi pribadi yang baik, jangan mengulang kesalahan yang sama apalagi dengan sengaja. teruslah bersemangat dalam mengerjakan ibadah, ibadah dalam bentuk terus bekerja untuk melayani masyarakat.

Sementara itu, Kegiatan halal bil halal tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua Komisi B DPRD Karawang H. Danu Hamidi,  serta keluarga besar BP4K termasuk didalamnya Kepala BP4K Nachrowi Sekretaris BP4K Cece Irawan beserta jajaran kemudian BP3K se-Kab Karawang, Penyuluh Se-Kab Karawang dan perwakilan dari  para Petani.

PEMPROV JABAR GELONTORKAN DANA UNTUK PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA DESA


Bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jabar memberikan bantuan ke seluruh desa di Jawa Barat untuk pembangunan infrastruktur. Bantuan keuangan operasional  untuk meningkatkan kinerja aparatur, khususnya tingkat desa dan kelurahan. Dengan begitu, aparat desa dan kelurahan mampu mendukung pelayanan prima pada masyarakat dan peningkatan kualitas infrastruktur, terutama di tingkat desa dan kelurahan sebagai lini terdepan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan prima kepada masyarakat.

Jumlah desa yang akan mendapat bantuan dana dari Gubernur Jabar cukup banyak, mencapai 5.321 desa, tidak terkecuali di Kabupaten Karawang. Setiap desa di Kab. Karawang masing-masing akan mendapat anggaran sebesar Rp 115 juta.

Sementara itu, pemberian bantuan keuangan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 978/kep.891-BPMPD/2009 tanggal 1 Juli 2009 tentang bantuan keuangan untuk operasional peningkatan kinerja aparatur pemerintah desa dan pemerintah kelurahan. 

Kegiatan tersebut diselenggarakan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Jawa Barat pada hari Kamis (13/8) di Gedung Serba Guna Makodim 0604 Karawang, dihadiri oleh Plt. Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, jajaran BPMPD Prov Jabar, Polres Karawang, perwakilan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Karawang, dan seluruh kepala Desa di Karawang. 

Plt. Bupati Karawang menekankan kepada seluruh kepala desa  bahwa anggaran yang langsung turun ke desa-desa tanpa melalui Pemkab Karawang harus dipertanggung jawabkan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

MINGGON KELURAHAN



Komunikasi harus perlu dilakukan secara intens, karena keberhasilan Pembangunan tidak akan terwujud tanpa terjalin sinergitas dari seluruh pihak termasuk yang hadir pada saat ini RT RW Kader Posyandu Bidan Desa guru Pekerja Sosial Masyarakat dan lain sebagainya, karena pembangunan di Kabupaten Karawang tanggung jawab kita bersama, dipastikan segala program yang sudah dilakukan sedang dilakukan dan akan dilakukan Pemkab Karawang akan tersampaikan pada Minggon tingkat kelurahan ini oleh jajaran Pemkab, kemudian diharap untuk yang hadir pada saat ini bisa dikatakan ujung tombak garda terdepan dapat menjadi Penyambung lidah informasi ke masyarakat luas, tujuan Pemkab hadir pada minggon ini agar segala informasi yang disampaikan itu benar adanya dan bisa menjawab apa issue negatif yang berkembang yang seringkali informasi tersebut didapat dari pihak yang tidak bertanggung jawab, demikian dikatakan Plt Bupati Karawang dr.Cellica Nurrachadiana saat hadir pada Minggon Kelurahan Rabu (12/8).
Plt Bupati Karawang mengunjungi kegiatan Minggon di 4 Kelurahan antara lain Kelurahan Karangpawitan, Kelurahan Nagasari, Kelurahan Karawang Kulon dan Kelurahan Adiarsa Barat. Camat Karawang Barat turut hadir mendampingi Plt. Bupati Karawang. kegiatan ini rutin dilakukan setiap hari rabu tiap minggunya di masing masing kelurahan, Kelurahan ialah desa yang ada di perkotaan dipimpin oleh Lurah dari unsur PNS.

Plt. Bupati Karawang mengatakan banyak sekali pembangunan yang sudah di selesaikan bahkan saat ini sedang dilakukan proses pembangunannya seperti yang menjadi unggulan antara lain pelebaran Terowongan Gonggo, Drainase saluran di sepanjang jalan Tuparev Kertabumi, Infrastruktur jalan yang 90% sudah mulus di perkotaan, gedung Pemerintahan seperti kantor Kelurahan Nagasari dan Karangpawitan yang sedang proses dibangun menjadi gedung yang lebih refresentatif agar optimal dalam melayani masyarkat,  kemudian mengenai penataan kota diinformasikan sebagian merupakan partisipasi CSR dari gabungan Perusahaan tidak mengandalkan APBD ini juga wujud sinergi dengan pihak swasta, rencana lain di Interchange Karawang Barat akan di buat median jalan dengan dipasangi PJU serta dilengkapi dengan penghijauan dengan cara penanaman pohon agar 5-10 kedepan menjadi rindang, jalan tersebut akan di perlebar kiri dan kanannya begitu juga jembatan fly over agar tidak menimbulkan kemacetan yang disebabkan oleh kepadatan kendaraan, kemudian Masjid Agung para pedagang Kaki Lima yang ada akan dialihkan di Taman Ade Irma Suryani sekitar tugu Tani Bank BJB, DED nya akan dikonsep menjadi pujasera tertata lebih rapi tidak seperti saat ini, belakang pasar baru pun yang sekitar sekolah Yos Sudarso akan dikosongkan agar tidak kumuh terlihatnya. pada intinya mohon doa agar program kami ini bisa berjalan, dan juga memang perlu dukungan dari seluruh pihak. bila masyarakat semangat sudah dipastikan Pemerintah Daerah pun juga ikut bersemangat untuk membuat Karawang semakin indah seperti kota kota lainnya. 

proses pembangunan yang belum optimal kedepan akan lebih dioptimalkan, kemudian kebijakan yang di lakukan Plt Bupati Karawang agar tepat sasaran sesuai apa yang di inginkan masyarakat. perhatian yang dilakukan Pemkab sudah terasa apa belum itu dapat kita pecahkan di sini, apa yang ingin disampaikan dapat di sampaikan. kepada yang hadir pada kesempatan ini Pemkab ingin mengajak bersama membangun Karawang.

hal lain yang disampaikan berupa himbauan ke Lurah, RT, RW untuk dapat melakukan komunikasi hingga tingkat bawah atau turun langsung ke lapangan agar permasalahan yang ada akan terpecahkan, seperti yang saat ini Pemkab lakukan. 
Plt. Bupati karawang menghimbau mengenai kebersihan lingkungan agar masyrakat  dapat tingkatkan budaya gotong royong tidak hanya mengandalkan Pemerintah,seperti kerja bakti, di lingkungan masing-masing yang di kerahkan RT/RW.

Terakhir Plt Bupati Karawang menyampaikan arahan  mengenai Pesta demokrasi Pilkada yang akan dilakukan di Karawang akhir tahun ini, bila merasa cinta Karawang mari semua untuk ikut andil menjaga keamanan lingkungan masing masing selama proses pilkada berlangsung, memilih itu adalah hak pribadi dalam proses demokrasi. hal-hal lain yang dapat memicu perseteruan seperti memfitnah dan menjelekan salah satu calon Kepala Daerah agar tidak dilakukan pada prinsipnya jangan ada perseturuan karena segala perbedaan harus dihargai.

SILATURAHMI BERSAMA FAKTA JABAR DAN PT. HM SAMPOERNA TBK


Plt. Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana menghadiri silaturahim Halal Bil Halal yang difasilitasi oleh Fakta Jabar dan PT. HM Sampoerna Tbk dalam acara Community Gathering yang bertempat di Aula Serbaguna Dewi Air Restaurant, keluar tol Karawang Barat pada Selasa (11/8). Dalam acara tersebut, sejumlah tokoh hadir, CEO Fakta Jabar, Manajemen PT. HM Sampoerna Tbk, Jajaran HMI, Ketua Karangtaruna Karawang Oma Miharja beserta jajaran, perwakilan KONI Kab. Karawang Dedi Wahyudi, Pers yang ada di seluruh Kab Karawang, beberapa pejabat Pemkab Karawang, Wakapolres Kab. Karawang Hendra Gunawan S Ik, serta komunitas lainnya.
Kegiatan ini disambut baik oleh Plt. Bupati Karawang upaya untuk mempersatukan komunitas yang ada, antara lain dari Perusahaan Swasta,  Pemkab Karawang, Unsur Pers, Karang Taruna, FKPPI, Koni, HMI, dan lain sebagainya. Di sini kita berkumpul untuk bersama menggali potensi-potensi Kab. Karawang dengan berbagai keahliannya dan masing-masing tugas pokok dan fungsinya dalam satu wadah sebagai komunitas untuk menyamakan visi yakni bersama membangun Karawang atas dasar cinta. 
Plt. Bupati Karawang mengutip Peribahasa Jawa mengatakan witing tresno jlaran soko kulino yang artinya (awal dari rasa sayang adalah karena biasa), kalau sudah sayang, pastinya rela dan iklas untuk berkorban. Dengan kebersamaan dan kekompakan maka akan timbul keberhasilan bila tidak ada kebersamaan akan gagal, oleh karena itu maka sinergitas antara Pemerintah, Swasta, masyarakat dan mitra mitra lainnya perlu terjalin dengan baik. Pada Prinsipnya, Pemerintah tidak mungkin bisa Bekerja sendiri. Oleh karena itu, harus berhubungan dengan pihak lain yang selanjutnya terjadi interaksi dan menimbulkan kebersamaan serta ke level yang lebih tinggi yaitu kekompakan. Maka pada kesempatan tersebut, Plt. Bupati Karawang menekankan kepada seluruh komunitas yang hadir untuk membangun Karawang secara bersama-sama menjadi lebih baik kedepannya.
Dalam benak semua orang pasti pernah berfikir bagaimana cara mempererat kebersamaan dan kekompakan. Dengan cara silahturahim halal bil halal ini menjadi bentuk dari kebersamaan. Kepada perusahaan juga yang hadir bisa untuk berkontribusi menerima penduduk asli Karawang, dengan begitu turut berkontribusi membangun Karawang dalam mengurangi angka pengangguran dan juga bisa berupa bentuk lain, seperti sumbangsih lainnya berupa CSR untuk kesejahteraan Masyarakat sekitar. Kemudian untuk dari komunitas lainnya juga semua memiliki peranan penting, maju mundurnya Karawang di masa mendatang tergantung kita semua yang hadir pada saat ini.

HALAL BIHALAL GABUNGAN ORGANISASI WANITA (GOW)


Pemilihan Kepala Daerah akan dilakukan secara serentak pada bulan desember 2015`. Diharapkan dengan terpilihnya kepala daerah yang baru bisa membuat daerahnya lebih baik dan bisa bekerja dengan penuh amanah.

seperti yang di lakukan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Karawang bekerjasama dengan  Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyelenggarakan Pertemuan rutin dan di barengi dengan halal bi halal serta  mensosialisasikan pemilihan bupati pada selasa (11/8) bertempat di gedung Gabungan Organisasi Wanita (GOW), yang dihadiri oleh Plt. Bupati Karawang dr.Cellica Nurrahadiana, ketua KPU, Ketua umum GOW Karawang Hj.Nuraeni Yusup

Plt. Bupati Karawang menuturkan Bahwa GOW  jangan sampai terlibat dalam politik praktis karena perempuan memiliki peran aktif dalam prosesi pilkada untuk bersama menciptakan karawang yang kondusif   serta GOW harus tetap solid menjadi mitra  Pemkab karawang, dan jadi bagian penting dari sistem pemerintahan Karawang. Sering kali di temukan ketika pesta demokrasi Pilkada, organisasi menjadi sasaran untuk men sosialisasikan calon kepala daerah, efeknya anggota yang di dalam organisasi  itu tidak memiliki hubungan harmonis karena mengikuti politik praktis.

Laporan ketua penyelenggara yang disampaikan ketua GOW Karawang,  GOW sendiri merupakan gabungan organisasi yang dimana terdapat organisasi-organisasi wanita seperti PKK, bhayangkari, Persit, Darma wanita, Perwosi dll, di harapkan GOW bisa lebih bijak dalam Pilkada nanti jangan sampai  tidak memilih karena hak untuk demokrasi adalah hak masing-masing, GOW memiliki program yang sifatnya tidak hanya kewanitaan ada hal lain seperti kegiatan sosial, kegiatan keagamaan, termasuk mengadakan seminar.

PEMBUKAAN KURSUS PEMBINA MAHIR TINGKAT DASAR PRAMUKA KWARAN PEDES



Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup dan ahlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Kepramukaan. Pendidikan Kepramukaan berisi perpaduan proses pengembangan  nilai sikap. Kursus pembina pramuka merupakan salah satu wujud upaya gerakan pramuka dalam mempersiapkan generasi muda menjadi generasi yang berwatak, bermoral dan memiliki budi pekerti yang luhur. serta para pembina menjadi contoh di sekolahnya masing masing.

Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar yang diselenggarakan oleh Kwaran Pedes, diharapkan dapat membekali calon Pembina untuk menambah pengetahuan dan pengalaman praktis kepramukaan agar bisa menjadi Pembina pramuka di SD dan SMP, serta sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan wawasan Pembina Pramuka dalam membina peserta didik agar tercapainya tujuan gerakan Pramuka. Pada kegiatan ini diharapkan menghasilkan Pembina Pramuka yang memiliki pengalaman dalam hal Kepramukaan serta memahami ide dasar Kepramukaan. Tidak sekedar memandang pendidikan, tetapi juga kepramukaan sebagai pelengkap kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, sehingga pendidikan kepramukaan bisa masuk dalam sistem pendidikan nasional, yaitu sebagai subsistem pendidikan formal. Demikian penuturan Plt. Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana yang juga sebagai Kamabicab Karawang pada saat meninjau kegiatan ini, Senin (10/8) yang bertempat di SDN 1 Kecamatan Pedes.

Plt. Bupati Karawang mengapresiasi apa yang selama ini telah dilakukan para pembina selama ini pada kegiatan pramuka baik di tingkat kwaran maupun kwarcab. Pemkab akan terus mendukung segala program kepramukaan.

pada Kesempatan ini Plt Bupati Karawang hadir bersama Kamabiran Pedes, Ka Kwaran Pedes serta jajaran pengurus Kwarcab Karawang. Pelatihan ini di ikuti oleh 17 Putri dan 30 Putra Pembina dari Gugus Depan masing-masing di Kecamatan Pedes yang diselenggarakan pada tanggal 9 sampai tanggal 14 Agustus 2015. Pada kegiatan ini yang menjadi narasumber dari Pusdiklat Cab.Karawang yang terdiri dari 11 narasumber.

Plt BUPATI KARAWANG LEPAS KULIAH NYATA MAHASISWA (KNM) UNSIKA TAHUN 2015


Generasi muda merupakan faktor penentu Keberadaan karawang di masa mendatang, seperti kegiatan yang  dilaksanakan  oleh Mahasiswa  Universitas Singaperbangsa Karawang ( UNSIKA) yang akan melakukan kegiatan Kuliah Nyata Mahasiswa (KNM). Mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang selama ini mereka dapat di kampus, lalu mengaplikasikannya di lapangan. Mahasiswa dapat mengetahui potensi pertanian, potensi perikanan dan potensi lainnya secara keseluruhan yang ada di Kabupaten Karawang. Mahasiswa akan melakukan Learning by Doing   yang artinya mahasiswa melakukan pembelajaran secara bertahap seperti mendapatkan ilmu keanekaragaman  kehidupan keluarga di pelosok desa melalui sosialisasi dan interaksi di masyarakat dengan kultur budaya yang heterogen.

Menurut penuturan Plt. Bupati Karawang dr.Cellica Nurrachadiana pada pelepasan para mahasiswa peserta KNM di Plaza Pemda Karawang pada hari senin (10/8),  kegiatan KNM Tahun Akademik 2015 ini merupakan kerjasama antara pemerintah Kab. Karawang dan UNSIKA dengan sasaran meningkatkan kualitas SDM Kabupaten Karawang seperti meningkatkan kualitas ekonomi kerakyatan atau kelompok usaha bersama. Penyuluhan itu sendiri meliputi program umum seperti pembentukan Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) dan program khususnya kegiatan yang bersifat faktualitatif sesuai dengan disiplin keilmuan masing-masing program studi.  KNM UNSIKA memiliki program kerja pendukung berupa penjabaran keahlian disiplin keilmuan dari masing-masing mahasiswa. Program kerja pendukung tersebut tetap mengarah kepada tercapainya program kerja utama.

Dalam Laporannya Wakil Rektor Unsika Dr. H. Zaenal Arifin AR, Drs., M.Pdi, total sebanyak 1800 mahasiswa akan melaksanakan kegiatan tersebut. Mereka merupakan mahasiswa jenjang S1. KNM Unsika akan dilaksanakan mulai tanggal 10 Agustus hingga 10 September 2015. Mereka akan ditempatkan di 92 desa dari 8 kecamatan, antara lain  Kecamatan Majalaya, Kecamatan Telagasari, Kecamatan Klari , Kecamatan Tempuran, Kecamatan Purwasari, Kecamatan Lemahabang, dan Kecamatan Banyusari.

SILATURAHMI DAN HALAL BIL HALAL SERTA PENGARAHAN PANGDAM III/SILIWANGI KEPADA KOMPONEN MASYARAKAT KABUPATEN KARAWANG


Upaya menjaga kondusifitas wilayah serta komitmen bersama dalam mensukseskan Pemilukada serentak Tahun 2015, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim dalam Kunjungan Kerjanya ke Kabupaten Karawang melakukan Halal Bil Halal serta pertemuan dengan berbagai komponen  dan tokoh masyarakat Karawang, acara tersebut digelar di rumah makan Indoalam sari yang terletak di jalan  Interchange Karawang Barat (7/8).
Dalam Sambutannya, Plt Bupati Karawanng dr,Cellica Nurachadiana menyampaikanmomentum dalam  tahapan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada)  serentak tahun 2015 ini,  hendaknya tidak dimanfaatkan oleh para  Calon Bupati dan Wakil Bupati untuk saling menjelek-jelekkan. “Seluruh elemen masyarakat hendaknya dapat terus menjaga kerukunan,” tambahnya.
Sementara itu dalam arahannya Pangdam mengatakan, “Pada saat Pemilu Presiden Tahun 2014 lalu,Jabar adalah daerah yang paling aman dan kondusif, itu  terjadi karena kita semua sadar dan menginginkan Indonesia yang lebih maju, aman, damai dan sejahtera. Tetapi  dalam waktu dekat kita kembali akan melaksanakan pesta demokrasi yaitu Pilkada serentak yang akan di gelar pada 09 Desember  mendatang.
Menurut Pangdam, pemilu kada serentak akan menjadi ancaman dan pemicu konflik antar anak bangsa apabila kita tidak waspada terhadap  kekuatan lain yang menghendaki Indonesia hancur, tentunya ini menjadi perhatian kita semua karena kita mengharapkan pelaksanaan Pilkada berjalan aman, tertib dan damai.
Ditambahkannya, Karawang merupakan bagian dari Jabar dan sebagai barometer  tersendiri karena Karawang adalah  daerah penyangga ibu kota, hal yang perlu mendapat perhatian kita semua adalah kita harus buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan mampu bersaing dengan bangsa lain didunia dalam berdemokrasi, hindari perpecahan antar anak bangsa jangan mudah terprovokasi untuk saling bertikai dan menghancurkan sesama,  timbulkan rasa saling menghormati antar sesama,  budayakan mendukung pimpinan  terpilih yang diberikan kepercayaan oleh rakyat untuk memimpin dan jangan saling menjatuhkan, jangan ada kecurangan dalam pemilu kada serentak dan kita wajib menjaganya serta jangan saling memprovokasi.

Sabtu, 08 Agustus 2015

CELLICA NURRACHADIANA RESMI DILANTIK SEBAGAI KETUA PENGCAB PERWOSI KARAWANG MASA BAKTI TAHUN 2015 – 2019


Plt. Bupati Karawang, dr. Cellica Nurachadiana resmi menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kab. Karawang periode 2015 - 2019. Prosesi pelantikan dirinya dilakukan langsung oleh Ketua Pengda Perwosi Jawa Barat, R.Giselawati Mizwar bertempat di Aula Husni Hamid Komplek perkantoran Pemkab Karawang, Jumat (7/8).
Dalam pelantikan tersebut, Cellica Nurrachadiana secara resmi menerima bendera lambang organisasi Perwosi dari R.Giselawati Mizwar, yang merupakan symbol bergantinya kepengurusan Pengcab Perwosi demisioner,  turut hadir dalam kesempatan tersebut, Hj Enung Shalahuddin Muftie bersama-sama dengan Ketua KONI Kab. Karawang, Aries Suparno.
Dalam sambutannya usai dilantik sebagai Ketua, Cellica mengatakan, Perwosi sebagai salah satu organisasi keolahragaan yang ada di Karawang, juga memiliki peran dan fungsi dalam membangun perkembangan olahraga daerah. Oleh karena itu, dirinya berharap para pengurus dan anggota perwosi untuk dapat ikut serta bersama pemerintah daerah dalam mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. “Sehingga upaya mewujudkan masyarakat Karawang yang segar, bugar, sehat baik jasmani maupun rohaninya dapat segera tercapai,” jelasnya.
Cellica juga mengharapkan keberadaan anggota kepengurusan di tingkat ranting Perwosi harus memiliki dedikasi organisatoris yang memadai, dalam arti rela berkorban demi kepentingan perkembangan organisasi yang lebih luas, memiliki kemampuan untuk menggerakkan motivasi kaum wanita dibidang olahraga. “Serta mampu menjalin kerja sama yang serasi baik dengan dinas/instansi terkait maupun dengan KONI dan organsasi keolahragaan yang lainnya,” imbuhnya.
Ketua Perwosi Jawa Barat, R.Giselawati Mizwar mengatakan, dirinya memiliki harapan besar dengan dilantiknya kepengurusan Perwosi Kab. Karawang yang baru, khususnya dalam upaya memajukan olahraga di kalangan wanita. “Terlebih bila seorang ibu rajin berolahraga, maka anggota keluarga lainnya pun akan ikut rajin berolahraga,” ujarnya.
Beliau  juga mengingatkan, Perwosi bukan dibentuk untuk mencetak atlit berprestasi, namun memiliki peran serta yang sangat penting sebagai pendamping bagi atlit untuk mencapai prestasi yang terbaik. “Khususnya dalam pengembangan jiwa dan mental baik bagi atlit, wasit, maupun pelatih wanita yang akan bertanding guna membantu mereka mencapai prestasi di ajang PON XIX tahun depan yang mana Jabar akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan PON XIX,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua KONI Karawang, Aries Suparno berharap pengurus cabang Perwosi yang baru dapat mempertahankan prestasi yang telah dicapai oleh para pengurus sebelumnya. “Selain itu, kepengurusan yang baru juga diharapkan dapat memberikan inovasi-inovasi baru terhadap kegiatan olahraga di kalangan wanita Kab. Karawang,” harapnya

PERESMIAN BNI KANTOR CABANG UTAMA KARAWANG


Kabupaten Karawang masih menjadi primadona bagi para investor. Tidak hanya dari sektor industri manufaktur, melainkan kalangan perbankan pun gencar menanamkan investasi mereka di Kab. Karawang. Salah satunya terlihat dengan diresmikannya BNI Kantor Cabang Utama Karawang dengan ceremony pengguntingan pita olehPlt. Bupati Karawang dr.Cellica Nurachadiana, didampingi jajaran Forkominda Kabupaten Karawang,  Bank ini  terletak di  Jln Tuparev  Karawang Barat. Rabu (05/8).
Dalam sambutannya Plt.Bupati menyampaikan, Sejalan dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah, Pemerintah Daerah memiliki kemandirian untuk menentukan arah pembangunan daerah. namun demikian, dalam upaya mengembangkan daerahnya tersebut, Pemerintah Daerah tidak bisa berdiri sendiri, melainkan turut memerlukan adanya sinergitas dan dukungan dari berbagai pihak lainnya, di dalam proses Pembangunan Daerah, sektor perbankan memiliki peranan dan kontribusi yang sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. dalam hal ini, sektor perbankan sebenarnya menjadi tumpuan Pemerintah Daerah dalam upaya pemberdayaan perekonomian masyarakat berbasis kerakyatan. khususnya mereka yang berkategori usaha mikro kecil menengah (umkm).
Menurut Plt.Bupati, bahwa jumlah usaha yang cukup besar di Kabupaten Karawang tentunya dapat menjadi calon Nasabah yang Prospektif bagi Bank-Bank yang beroperasi di Karawang, termasuk Bank BNI kemudahan akses terhadap permodalan dengan bunga rendah, tentunya tidak hanya akan membantu pengembangan usaha mereka, sekaligus memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah, menggerakkan sektor riil, serta akan berdampak pula pada meningkatnya profit bisnis Bank yang bersangkutan.
untuk itu, Plt.Bupati beserta jajaran Pemerintah Daerah berharap dengan diselenggarakannya peresmian Bank BNI Kantor Cabang Utama ini dapat menjadi salah satu momentum penting bagi para penggerak sektor perbankan di Kabupaten Karawang untuk turut bersama-sama mewujudkan cita-cita tersebut.
Sementara itu menurut Direktur Layanan dan Jaringan Bank BNI Hadi Sulistiowati, BNI Kantor Cabang Utama ini tujuannya untuk memudahkan Nasabahnya, Kami hadir lebih dekat dengan Nasabah sekitar Karawang Barat, dengan beroperasinya Kantor Cabang Utama ini, diharapkan akan lebih memudahkan para nasabahnya dalam melakukan setiap transaksi perbankan.
Hadi Sulistiowati menambahkan bahwa ucapan yang sebesar besarnya kepada Plt.Bupati Karawang atas dorongannya sehingga BNI berperan aktif meningkatkan perekonomian di Kabupaten Karawang,  maka dari itu BNI  siap memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Karawang. 

PANEN PERDANA SEKALIGUS MEMBUKA PENCANANGAN TANAM KEDELAI MUSIM TANAM TAHUN 2015


Upaya meningkatkan produktifitas Padi di Kabupaten Karawang, Plt. Bupati Karawang Cellica Nurachadiana  melakukan panen raya Padi sekaligus membuka pencanangan Tanam kedelai musim tanam Tahun 2015,  Panen perdana itu dilakukan di lokasi kelompok Tani Rawasari II Desa Talagamulya Kec.Telagasari, Selasa (04/8). pada kesempatan itu hadir Ketua Tim Upaya khusus padi, jagung dan kedelai Provinsi Jawa Barat, Ir.Banun Hrpini.M.Sc, Kepala Badan SDM Pertanian Kementan RI  Ir.Pending Dadih Permana, Para Kepala SKPD, Perwakilan dari UNPAD, IPB, dan Unsika, Para Camat se Kabupaten Karawang beserta UPTD, BP3K, KTNA.
Mengawali sambutannya  Plt.Bupati menyampaikan,  bahwa sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan Daerah dan Nasional. peranan sektor pertanian bukan saja memberikan andil terhadap ketahanan pangan tetapi juga memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap  perkembangan perekonomian secara menyeluruh, baik menyangkut pendapatan petani itu sendiri, pendapatan daerah, maupun penyerapan tenaga kerja.
oleh karena itu, pembangunan bidang pertanian merupakan salah satu prioritas utama yang dilaksanakan di Kabupaten Karawang dalam upaya peningkatan produksi padi melalui penerapan teknologi antara lain: penggunaan varietas unggul, pemupukan berimbang, penggunaan bahan organik, keserempakan tanam pengendalian organisme pengganggu tanaman secara bijaksana, dan penerapan teknologi panen dan pasca panen.
Plt.Bupati juga pada kesempatan itu menginformasikan, Kabupaten Karawang saat ini mempunyai luas lahan 175.327 ha dengan rincian, lahan sawah seluas 97.577 hektar, lahan kering seluas 77.750 hektar. Disisi lain, sumber daya pertanian ini mempunyai peranan penting dalam memproduksi bahan pangan utama yaitu beras. pada Tahun 2014 lalu capaian produksi padi Kabupaten Karawang sebesar 1.498.502 ton gkp melebihi target rencana pencapaian produksi  sebesar 1.435.012 ton gkp atau setara dengan 774.461 ton beras.
Menurut Plt.Bupati, seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas pembangunan, kebutuhan lahan akan meningkat dengan pesat, sementara itu ketersediaan lahan pada dasarnya tidak berubah. peningkatan kebutuhan lahan untuk suatu kegiatan sudah barang tentu akan mengurangi ketersediaan lahan untuk kegiatan lainnya, baik kebutuhan lahan untuk perumahan, jasa, industri dan fasilitas umum lainnya. kondisi tersebut ditunjang oleh beberapa ancaman terhadap lahan pertanian, seperti kebutuhan ekonomi dan tergiur akan harga lahan yang tinggi, serta berkurangnya minat generasi muda untuk bekerja dan berusaha disektor pertanian.
Namun demikian Plt.Bupati menambahkan, berbagai kendala tersebut di atas harus kita pikirkan secara bijaksana. untuk itu mari kita optimalkan sumber daya yang ada untuk bisa mempertahankan Karawang sebagai lumbung padi. upaya perluasan lahan pertanian (ektensifikasi) rasanya sulit dilakukan, maka dari itu yang bisa kita upayakan adalah meningkatkan produksi persatuan luas lahan (intensifikasi), dan show window pertanian yang ramah lingkungan ini dan yang hari ini kita panen hasilnya merupakan salah satu jawaban dari intensifikasi tersebut, sehingga ke depan kita dapat mempertahankan target produksi padi diKabupaten Karawang. 

BIMTEK PENGELOLA BUMDes SE-KABUPATEN KARAWANG


BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa merupakan salah satu upaya untuk memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi yang ada. BUMDes  merupakan suatu lembaga ekonomi  yang dibangun atas inisiatif masyarakat dan menganut asas mandiri dengan modal usaha yang bersumber dari masyarakat.

Untuk meningkatkan kemampuan, wawasan dan pengalaman para pengelola BUMDes, pemerintah Kabupaten Karawang  melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) selenggarakan bimbingan teknis bagi para pengelola badan usaha yang dimiliki desa.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana pada hari Senin (3/8) bertempat di Aula Wisma Haji Kompleks Mesjid Al-Jihad Karawang. Turut hadir Kepala BPMPD Kabupaten Karawang, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Karawang, Camat se-Kabupaten Karawang, dan peserta pengelola BUMDes.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati menyampaikan bahwasannya pada UU nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah pada Pasal 213 Ayat (1) disebutkan bahwa “Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa”. Substansi UU ini menegaskan tentang janji pemenuhan permintaan (Demand Complience Scenario) dalam konteks pembangunan di tingkat desa. 

Selanjutnya menurut Plt. Bupati, pendirian BUMDes didasarkan pada kebutuhan dan potensi desa, sebagai upaya peningkatan kesejahteran masyarakat. BUMDes juga sebagai lembaga sosial berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan sosial, sedangkan sebagai lembaga komersial bertujuan mencari keuntungan melalui penawaran sumberdaya lokal (barang dan jasa) ke pasar.

Pada kesempatan itu Plt. Bupati menyampaikan harapannya agar para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh perhatian agar  mampu menumbuh-kembangkan perekonomian rakyat, menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat yang pada gilirannya upaya peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga dapat segera terwujud.

Sementara itu Kepala BPMPD Kabupaten Karawang Drs.Akhmad Hidayat Selaku Ketua Penyelenggara melaporkan bahwa, pelaksanaan bimtek ini dibagi menjadi tiga gelombang ; gelombang pertama tanggal 3 – 5 Agustus sebanyak 97 peserta dari 11 kecamatan, gelombang kedua tanggal 10 – 12 Agustus sebanyak 100 peserta dari 9 kecamatan dan gelombang ketiga tanggal 18 – 20 Agustus sebanyak 100 peserta dari 9 kecamatan. Peserta pelatihan bimtek berjumlah 297 orang  yang terdiri dari pelaksana operasional / direktur / pengurus BUMDes sebanyak 1 (satu) orang setiap desa, bagi desa yang sudah mendirikan BUMDes.

Selanjutnya ia menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakannya BUMDes yaitu agar para peserta memahami tentang prosedur pendirian, pengurusan dan pengelolaan BUMDes yang benar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tujuan bimtek adalah ; 1). meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelola BUMDes tentang tugas pokok dan fungsinya, 2). Meningkatkan pemahaman pengelola BUMDes tentang tata cara serta prosedur pengurusan dan pengelolaan BUMDes yang benar, 3). Meningkatkan pemahaman, pengelolaan BUMDes tentang berbagai program kebijakan pemerintah dalam bidang pengembangan BUMDes

MANASIK UMROH MAJELIS AHBABURROSUL


Patut diapresiasi ketika ratusan jamaah yang hadir pada manasik Umroh ini meniatkan untuk Ibadah Umrohnya sejak tahun 2013 dengan jalan mencicil berangkat setelah lunas yakni di Bulan Maret 2016, Haji atau Umroh kadang orang beranggapan tidak memiliki cukup dana untuk berangkat, sebetulnya mindset itu bisa diubah, yakinlah bila ada niat tulus dan serius jalan menuju Baituloh akan dimudahkan oleh Alloh SWT. demikian dikatakan Plt Bupati Karawang dr.Cellica Nurrachadiana pada saat menghadiri manasik Umroh Majelis Ahbaburrosul bertempat di Lt 3 Gedung Singaperbangsa pada Minggu (2/8).

selanjutnya Dr Cellica juga menambahkan, bila berpikir materi sebetulnya banyak orang kaya namun tidak pada berangkat ibadah ke Baitulloh, tetapi yang materinya kecil ada tukang becak bisa berangkat, balik lagi semua tergantung niat. kemudian kepada Majelis Ahbaburrosul ini ada hal yang perlu di ucapkan terimakasih karena telah menjembatani masyarakat Kabupaten Karawang untuk ibadah Umroh, mengenai perbedaan Haji dan Umroh. sebetulnya bila Haji misalnya saat daftar antri hingga 2030. maka Umroh juga menjadi jalan lain ibadah kita untuk dapat menuju Baitulloh, bila lunas tiap bulan ada keberangkatan, bayangkan bila misal orangtua usia 60 antri 15 tahun baru dijadwalkan berangkat usia 75 ibadah Haji. berpikirnya kepada faktor usia bila tidak lebih dahulu meninggal dunia bisa berangkat kalau sudah meninggal dunia? bagaimana? maka kepada masyarakat Karawang juga dianjurkan untuk bila Haji Antri lama berangkat saja Umroh.

Ketua Penyelenggara Umi Mutia Alex Hamid mengatakan rata rata peserta calon Umroh ini dari kalangan menengah ke bawah terdapat tukang Gado gado, jual Kios Roko namun mereka semua niatnya serius dan tinggi untuk ingin ibadah ke Baitulloh. Manasik Umroh ini terselenggara atas kerjasama Majelis Ahbaburrosul Pimpina Habib Alwi Ba Alawy dengan Samawi Travel, 150 Jamaah yang saat ini ikuti manasik dijadwalkan berangkat di 9 Maret 2016 usai selesai seluruh tanggung jawab Administrasi. karena sistem pembayaran sendiri yakni mencicil. saya ucapkan terimakasih kepada narasumber H Asep Nurhidayat dari Samawi Travel dan seluruh pihak yang mendukung seperti Plt Bupati Karawang dr.Cellica yang mengizinkan tempatnya untuk menjadi kegiatan majelis ini sekaligus menjadi motivator juga.

SILAHTURAHIM DAN SARASEHAN APKASI


Dalam rangka meningkatkan hubungan baik antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten, APKASI ( Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia ) Mengadakan silahturahim dan saraeahan yang mempertemukan anggota APKASI yaitu para Bupati dan beberapa Menteri, pertemuan ini bersifat Informal, kegiatan ini berlangsung di Sekretariat APKASI Jl Jend Sudirman Jakarta pada Jumat (31/7). Plt Bupati Karawang dr Cellica turut hadir,  dalam kepengurusan APKASI Plt Bupati Karawang dr Cellica sebagai Wakil Bendahara Umum.

Apkasi sebagai penggagas acara ini memfasilitasi anggotanya untuk menyampaikan berbagai dinamika yang terjadi di daerah Kabupaten, pertemuan ini diharapkan mendekatkan para Bupati dengan Menteri, Dewan Penasehat yakni Menteri Dalam Negeri RI Tjahyo Kumolo, SH.

selain Mendagri RI, turut hadir Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat ini APKASI di komandoi oleh Mardani H. Maming  sebagai Ketua Umum untuk pengurus masa Bakti 2015-2020, Ketua Umum Sebelumnya Isran Noor menjadi Ketua Dewan Pembina, pada sarasehan ini juga di isi kegiatan penandatanganan MoU salah satunya antara APKASI dan APDESI ( Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia )

Komunikasi yang Intensif dengan Pemerintah Pusat, termasuk Kementrian sangat dibutuhkan Pemerintah Kabupaten, peran Kementrian di daerah juga sangat besar, bila ada sinergi akan ada kemudahan pelaksanaan program Pemerintah Kabupaten, ini adalah salah satu tujuan pertemuan ini kita semua dikumpulkan di acara ini. demikian ujar Ketua Umum APKASI Mardani M Maming yang Juga Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan.

APKASI kerjasama dengan APDESI

Disaksikan para Menteri dan jajaran Dewan Pengurus APKASI dan para Bupati, penandatanganan MoU dilakukan oleh Mardani M Maming Ketua Umum APKASI dan H. Suhardi MY Ketua Umum APDESI, MoU dalam hal Sosialisasi UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa dan UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemkab

LAUCHING GEMASIK KARAWANG



Salah satu Sekolah Islam Swasta yang ada di Kabupaten Karawang mempelopori GEMASIK Gerakan Masyarakat Inklusif Karawang, ini merupakan pion penggerak pertama untuk memberikan warna yang positif di Karawang karena Kabupaten Karawang miliki penduduk yang bersifat Heterogen, Pendidikan Inklusif atau terbuka pada segala perbedaan contohnya sudah dilakukan oleh Al Mumtaaz ini, ini patut dicontoh, ini juga diharapkan dapat lebih membuka wawasan dan pemahaman kita tentang manfaat dan tujuan dari pendidikan inklusif itu sendiri, demikian hal yang ditekankan oleh Plt Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana pada Launching GEMASIK di Aula HH Komp Kantor Bupati Sabtu ( 1/8 ).

Selanjutnya Plt Bupati juga melakukan pengukuhan pada pengurus GEMASIK ini, dan juga berpesan Bu Hesti agar GEMASIK ini memberikan kontribusi lebih kepada masyarakat Inklusif dan dapat bersama memajukan Karawang, dan perbedaan itu perlu dipandang sebagai hal yang menjadikan kita dapat membuka wawasan dan pemahaman dan pada kesempatan ini juga Al Mumtaaz menggelar seminar Pendidikan bertema “Membangun Generasi Emas Melalui Pendidikan Inklusif” narasumber Dr.Dadang Rahman Kepala PL-PLK Propinsi Jabar” seminar ini didalamnya di dapatkan ilmu agar kita ramah bagi semua mengakui perbedaan, dan tidak ada diskriminatif, pada Al Mumtaaz siswa berkebutuhan khusus mendapatkan kesempatan belajar di ruang sama  berdampak positif juga semakin terbangunnya karakter kasih sayang antara siswa.

Terakhir Plt Bupati juga berharap keberadaan GEMASIK ini dapat bersama mendukung Pemkab hingga pusat dengan mendorong terbangunnya kehidupan masyarakat Inklusif di Kab Karawang.

HALAL BIHALAL DPRD KARAWANG


Proses pembangunan daerah tercipta apabila ada keseimbangan antara kekompakan pemerintah daerah, tokoh ulama dan komponen masyarakat bersatu dalam perkembangan pembangunan daerah. Demikian antara lain disampaikan Plt Bupati Karawang , dr Cellica Nurrachadiana, pada acara Halal bihalal yang diadakan oleh DPRD Kab. Karawang, Senin (27/7) bertempat dihalaman secretariat DPRD Kabupaten Karawang.

Pada kesempatan tersebut Plt Bupati Karawang menegaskan, bahwa salah satu keberhasilan puasa adalah menjadikan kita pribadi yang lebih baik dari sebelumnya yang mampu mengaplikasikan sikap dan perbuatan sesuai dengan niat yang kuat kepada Allah SWT.

Oleh kerena itu, lanjut Plt Bupati, pembangunan itu akan berjalan lancar apabila dalam waktu yang bersamaan kekompakan dan kebersamaan didasari dengan Silaturahim yang begitu besar antara Pemerintah, legislatif, para alim ulama dan tokoh masyarakat turut hadir dalam kemajuan pembangunan Daerah. Beberapa bulan kedepan akan diadakannya Pilkada Kabupaten Karawang dan harapan Plt Bupati mewakili Kapolres dan Dandim 0604 bahwa apapun perbedaan diantara kita merupakan hal yang lumrah dan wajar, proses demokrasi harus ditunjukkan dengan kedewasaan berpolitik dan memberikan contoh yang terbaik untuk masyarakat Karawang.

Hadir pada acara tersebut Plt Bupati Karawang dr. dr Cellica Nurrachadiana, Forum komunikasi Pemerintah daerah, Kapolres Karawang, Dandim 0604, Para Camat atau yang mewakili, tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lainnya serta KH Abdul Fatah sebagai penceramah.

Sementara itu Ketua DPRD Kab Karawang H.Toto Suripto selain  menyampaikan  Mohon Maaf Lahir dan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang sekaligus  mengajak seluruh anggota DPRD Kabupaten Karawang untuk terus bekerja secara optimal untuk kemajuan pembangunan di Kabupaten Karawang serta tetap menjalin silaturahmi dalam upaya menjaga  kondusifitas pelaksaan Pilkada yang aman dan damai.

KH. Abdul Fatah dalam Tausiyahnya menegaskan bahwa terciptanya daerah yang Baldatun Thayibatun wa Robbun Ghafur menurut sabda Rasulullah SAW terdiri dari empat faktor utama yaitu, Bi Ilmil Ulama ( Ilmunya para Ulama ), Bi Adlil Umaro ( Adilnya para pemimpin ), Bi Shakhowatil Aghniyaa ( Dermawannya orang yang kaya ), Bi Da’watil Fuqoro ( Doanya orang-orang fakir ).

GEBYAR BUDAYA TAHUN 2015


Upaya Pelestarian Budaya di Kabupaten Karawang sudah diawali dengan di adakan tempat para budayawan seniman yakni Kampung Budaya ini, tempat ini bisa menggali potensi , melakukan berbagai inovasi agar warisan leluhur dapat terus bisa bertahan dan dipelihara dalam tradisi masyarakat, kedepan Pemkab Karawang ingin juga adakan seperti Jember Festival Puluhan Ribu Seniman Budayawan akan di kumpulkan dan semakin mengeksiskan Goyang Karawang ada arti sebenarnya, demikian dikatakan Plt Bupati pada kesempatan pembukaan Gebyar Budaya Tahun 2015 di Kampung Budaya pada Sabtu ( 1/8).

Selanjutnya Plt Bupati Karawang mengatakan program ini akan dijadikan rutin tiap Tahun, tahun ini tahun pertama dilaksanakan dan akan mengambil moment pada HUT Kemerdekaan RI karena seluruh acara yang ada pada di Gebyar Budaya ini akan pada Bulan Agustus dilaksanakan ada kaulinan Budak Lembur Festival Seni Lukis  Sandiwara Sunda, Seni Tari dan banyak lagi, Karawang sangat banyak kearifan budaya lokalnya, dan ini diharapkan menjadi pemersatu dalam kebhinekaan masyarakat.

Lebih lanjut dalam arahanya Plt Bupati juga menekankan pengembangan Seni dan Budaya tidak hanya tanggung jawab Pemkab yakni merupakan tanggung jawab elemen masyarakat  terutama bagi para seniman yang bergerak di bidang apapun apakah dalam bentuk asosiasi paguyuban dan tentunya melalui langkah langkah konseptual jelas dan terarah.

Dalam Laporannya Ketua Dewan Kesenian Karawang ( DKK ) Yati megucapkan banyak terimakasih kepada Pemkab Karawang atas segala dukungannya dan tempat ini juga sangat refresentatif untuk diadakan kegiatan kesenian dan kebudayaan kami DKK selalu bersinergi dengan Disbudpar dalam melaksanakan program kegiatan, tanpa ada dukungan saya yakin acara ini sulit terlaksana, kegiatan ini di ikuti 15 orang siswa dan ada pula guru seni dan budaya se-Kab Karawang, beragam acara seni Lukis , Sandiwara Sunda, Seni Lukis, Kaulinan Budak Lembur dan lain sebagainya. didatangkan juga bintang tamu seniman kita Ki Daus. 

gelaran opening ini juga di hadiri Ka OPD dan Camat-Se Kab Karawang juga unsur Seniman dan Budayawan baik dari lokal Karawang dan dari luar kota. tanda dibuka nya kegiatan ini dengan memukul Gong dan simbolis penyerahan plakat bentuk Golok yang terdpat pada Logo Kabupaten Karawang.

PEMBUKAAN BIMBINGAN MANASIK HAJI MASSAL



Kegiatan bimbingan manasik haji massal calon jemaah haji asal Karawang di ikuti 1729 calon haji dan 10 Petugas TPHD. Tahun ini Karawang alami penurunan kuota untuk akomodir semangat beribadah Haji doakan saja kami akan berupaya Pemkab serta Kemenag Karawang intansi Vertikal sinergis untuk meminta kepada Kemenag pusat untuk menaikan kembali  kuotanya dan kepada yang antri hingga 2030 pun semakin mendapat kesempatan lebih cepat untuk dapat ibadah Haji, karena bila dilihat dari segi usia kepada yang sudah lanjut usia itu perlu di prioritaskan, dan kami juga apresiasi antusias masyarakat Karawang sangat tinggi antri hingga 15 tahun kedepan, demikian dikatakan Plt Bupati Karawang pada kegiatan manasik Haji Massal bertempat di Masjid Al Jihad Sabtu ( 1/8), yang diselenggarakan oleh Kemenag Kab Karawang.

Selanjutnya Plt Bupati Karawang mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Haji pada bulan haji nanti yang ada pada saat ini ialah seleksi dari Alloh SWT untuk dapat berangkat tahun ini, bersyukurlah dan ikuti Manasik Haji ini dengan baik dan benar agar apa yang dilakukan saat ibadah haji nanti dapat dilakukan dengan sempurna dan khusyu dalam melakukan ibadanya. 35 ribu Calon Haji masih mengantri hingga 2030 kepada yang tahun ini berangkat manfaatkan sebaik baiknya untuk waktu beribadah.

Dan kami berharap dari kegiatan ini wawasan calon jemaah haji dapat terus bertambah, sehingga ketika melaksanakan ibadah haji nanti, dapat berjalan sesuai harapan. Jaga Kesehatan kepada seluruh Calon Haji ini sekitar 2 bulan lagi akan melaksanakan Ibadah Haji. kami Pemkab Karawang senantiasa mendoakan agar bapa ibu diberikan kelancaran dalam prosesi Ibadah Haji mulai saat ini Manasik hingga pada bulan Haji nanti dan menjadi Haji yang Mabrur dan Mabruroh, setiap keberangkatan nanti pun akan kami selenggarakn di kantor Bupati tiap kloternya.

Sementara itu Kepala Kemenag Kab Karawang Eddy Yusuf menjelaskan juga bahwa selain persiapan fisik dan hati yang pasrah, persiapan dalam bentuk bimbingan haji telah menjadi kebutuhan yang niscaya. Bimbingan manasik haji ibarat ‘sekolah’ bagi calon jemaah haji, disampaikan secara teori berikut praktiknya materi antara lain Bimbingan Haji Kebijakan Pemerintah dan lain sebagainya. Narasumber dari unsur Ka Kanwil Propinsi Jabar, Manasik adalah tatacara dan pelaksanaan ibadah baik umroh maupun haji sesuai syariah, dan merupakan hak yang tidak bisa diabaikan bagi seorang muslim yang akan melaksanakan ibadah haji, dilakukan sebelum perjalanan Haji. Dengan mengikuti manasik, setiap calon jemaah haji akan mendapatkan pengetahuan tata cara beribadah haji yang tartil sesuai rukun Haji

PEMBUKAAN INVITASI OLAHRAGA TRADISIONAL


Guna mengeksiskan kembali Invitasi OlahragaTradisional yang kian hari mulai tergeser keberadaannya dengan permainan modern, dan juga selain sebagai ajang hiburan kegiatan ini merupakan kegiatan dimana  turut melestarikan budaya sunda, atas dasar itu semua Disdikpora Kab Karawang menggelar Invitasi Olahraga Tk Kab Karawang.
.
Kegiatan tersebut digelar di Hal depan Stadion Singaperbangsa Karawang, serta dibuka langsung dengan Ceremony pemukulan Gong oleh Plt Bupati Karawang dr.Cellica Nurachdiana didampingi Kadisdikpora Kab Karawang Dadan Sugardan, pada Sabtu (1/8)

Dalam sambutannya Plt Bupati menyampaikan, Sebagaimana kita ketahui bersama, kegiatan ini memiliki maksud dan tujuan yang sangat luhur, tidak hanya dalam rangka memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat saja, melainkan turut ditujukan untuk memelihara dan mewariskan permainan olahraga tradisional sebagai bagian dari budaya bangsa yang kita cintai di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Karawang terdapat banyak sekali warisan budaya berupa permainan olahraga tradisional yang sangat beragam. Permainan tersebut sarat dengan ajaran ajaran luhur seperti menempa kesabaran dan keterampilan serta mengajarkan kita akan pentingnya kerjasama untuk meraih dan mewujudkan sesuatu.

Selanjutnya Plt Bupati berkata dengan digelarnya Invitasi Olahraga ini adalah komitmen dari Disdikpora Kab Karawang untuk terus meletarikan olahraga Traditional, kepada anak anak yang hadir pada saat ini juga diharapkan dapat menyenangi olahraga traditional ini, karena ini merupakan kewajiban kita semua untuk melestarikan budaya.

Lebih lanjut Plt Bupati berpesan, Prestasi anak anak yang didapat di tk Kabupaten ini  perlu ditingkatkan hingga ditingkat Propinsi maupun Nasional. Oleh karna itu dalam kesempatan ini Saya berharap kepada anak anakku sekalian yang akan bertanding, untuk dapat menunjukan kemampuan yang terbaik dan berprestasi maksimal dengan tetap menjunjung tinggi sportifitas dan semangat persaudaraan. Disdikpora ialah OPD yang memiliki program jangka panjang yang tidak dapat dilihat hasilnya secara langsung seperti mendidik anak akan terlihat setelah dewasa nanti tidak seperti Infrastruktur yang tiap pengerjaan ada bentuk fisik langsung terlihat kualitasnya, yang mendidik tersebut ialah guru maka dari itu kami dari Pemkab ucapkan terimakasih kepada guru guru yang ada di Kabupaten Karawang yang selalu terus generasi baik di masa yang akan datang untuk dapat berkotribusi memajukan Kabupaten Karawang.

Dalam Laporannya Kepala Disdikpora mengatakan, Gelaran Invitasi Olahraga ini untuk juga disiapkan yang berprestasi untuk ke jenjang lebih atas yakni tk Propinsi maupun Nasional, 4 Macam Invitasi Olahraga yakni Hadang yang bahasa dahulu biasa di sebut Galah kemudian ada Gadongan ada Engrang yang menggunakan bambu terakhir taropah panjang, untuk jumlah peserta terdiri dari 600 atlet dari 30 Kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang, hadir pula Kepala UPTD Paud SD Se-Kab Karawang sebagai official untuk membawa atlet dari pelajar di masing masing daerahnya

PERTEMUAN GURU BESAR UI DENGAN UNSIKA DALAM RANGKA PENGOLAHAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN HIDUP


Karawang yang dulu menjadi lumbung padi di Jawa Barat, saat ini menjadi semakin panas karena emisi dari industri pabrik, dan menjadi pusat industri terbesar. Dalam rangka mengembangkan lingkungan hidup yang lebih baik, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang bekerjasama dengan Universitas Negeri Singaperbangsa (UNSIKA) dan Universitas Indonesia (UI) dalam pengembangan dan pengolahan lingkungan hidup di daerah Karawang.
Bertempat di gedung Singaperbangsa lantai 2 Pemkab Karawang pada hari Jumat (31/7), kegiatan pertemuan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang dengan guru besar UI dan UNSIKA membahas mengenai kerjasama yang akan dilakukan.

Hadir pada kegiatan pertemuan yang membahas pengolahan pengembangan lingkungan hidup adalah Plt. Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, Asisten Pembangunan Setda Kabupaten Karawang, Hadis Herdiana SH., MM, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang Setya Dharma, SH., MM, Ketua Pusat Informasi Iklim dari UI Jatna SUpriatna, Ahli Pesisir dan Tata Ruang UI Prof, Abimanyu, Ahli Ekonomi Regional UI Dr. Tarsoen Waryono, AhlLandscape and Architect Tata Ruang Terbuka Ir. Nutriyono, Wakil Rektor UNSIKA Ade Momon S, Kepala OPD, dan perwakilan dari perusahaan.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, Kabupaten Karawang yang dijadikan pilot project dalam bidang industri oleh pemerintah pusat, yang salah satunya menunjuk Kabupaten Karawang menjadi daerah industrialisasi terbesar setelah Bekasi, berharap dengan kerjasama Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang dengan UI dan UNSIKA mampu menjadi suatu wahana dasar untuk mengambil kebijakan yang nantinya baik untuk kedepannya.

Tujuan kajian dari kerjasama ini antara lain untuk meningkatkan daya dukung dan daya tamping lingkungan hidup di Kabupaten Karawang guna pembangunan yang berkelanjutan, yang disampaikan oleh Prof. Abimanyu T. Alamsyah. Ada lima aspek kerjasama yang dilakukan, yaitu ; instrument pencegahan dan pengalihan, peningkatan dan pengembangan akses, efektivitas pengelolaan, peningkatan peran serta masyarakat, dan alternative penyempurnaan, kebijakan dan rencana.

Untuk meningkatkan dan mengembangkan pengolahan dan pengembangan lingkungan hidup, perekonomian regional harus dipacu dari kesungguhan pemerintah dan komitmen, pentingnya peraturan daerah kawasan hijau seperti menggali PAD sektor hijau, pemantapan RTH dan tendon air di ingkungan kawasan industry, serta di dukung dari CSR industri yang merupakan sumber biaya pelestarian.

SEMINAR NASIONAL BUMDES BERBASIS EKONOMI SYARIAH


Guna memberikan pilihan kepada Kepala Desa dan Pengurus BUMDes mengenai jenis usaha berbasis Ekonomi Syariah, serta menunjang salah satu tugas Kepala Desa dalam pembinaan BUMDes di masing-masing desa dan menambah wawasan mengenai pemberdayaan masyarakat desa melalui BUMDes yang berbasis ekonomi syariah. Berdasarkan dengan permasalahan yang tersebut, acara Seminar Nasional “Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berbasis Ekonomi Syariah” dilaksanakan pada hari Kamis (30/7) di gedung Aula Husni Hamid Pemerintah Daerah Karawang oleh Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Bina Cipta Madani, Karawang yang di sponsori oleh Bank BJB.

Dalam sambutan Plt. Bupati Karawang yang dibacakan oleh Asda III Asisten Administrasi Setda Karawang Drs. H. Ramon Wibawa Laksana M,Si menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengembangan ekonomi di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya beragama islam, serta perkembangan ekonomi suatu bangsa akan baik apabila akhlak masyarakatnya juga baik.

Plt. Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana dalam sambutannya menekankan bahwa di daerah Karawang sendiri sudah cukup banyak desa-desa yang telah menggunakan BUMDes, selain itu dari setiap desa-desa di Karawang memiliki potensinya masing-masing yang dapat dibangun dan diangkat sehingga perekonomian di desa itu juga ikut bangkit.

Acara Seminar Nasional “Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berbasis Ekonomi Syariah” dihadiri oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Bakorwil PP Wilayah III, Dirjen Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Drs. Sugeng Riyono, M.Si selaku pemateri I, Kasubdit Kelembagaan BUMDes Drs. Mulyadin Malik, M.Si selaku pemateri II,Practition of Islamic Banking and Finance Hendri Tanjung, Ph.D selaku pemateri III, dan moderator oleh Asep G., S.Ag., M.Ag. Serta dihadiri juga oleh pengamat ekonomi, 200 desa dari 309, 11 perguruan tinggi, 30 camat, 65 mahasiswa dan umum