Kamis, 18 Februari 2016

GUBERNUR JABAR LANTIK BUPATI – WAKIL BUPATI KARAWANG PERIODE 2016 – 2021








Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melantik Pasangan terpilih Bupati dan Wakil Bupati Karawang dr.Cellica Nurrachadiana – H.Ahmad Zamakhsyari.S.Ag. hasil Pilkada serentak Rabu,09 Desember 2015 lalu, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karawang periode 2016 sd 2021. Pelantikan berlangsung di Gedung Merdeka Jln Asia Afrika  Bandung, Rabu (17/02).
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Karawang berdasarkan Surat Keputusan Mendagri No : 131.32 - 415 Tahun 2016,  Tentang pengangkatan dr.Cellica Nurrachadiana sebagai Bupati Karawang Provinsi Jawa Barat,  Tanggal 10 Februari 2016, serta Surat Keputusan Mendagri No : 131.32 - 416 Tahun 2016, Tentang pengangkatan H.Ahmad Zamakhsyari.S.Ag sebagai Wakil Bupati Karawang Provinsi Jawa Barat, Tanggal 10 Februari 2016.
Pada kesempatan tersebut Gubernur Jawa Barat juga secara bersamaan melantik lima Kepala Daerah lainnya yakni,  Dadang Naser-Gun Gun Gunawan (Kabupaten Bandung), Marwan Hamami-Adjo Sardjono(Kabupaten Sukabumi),  Idris Abdul Somad-Pradi Supriyatna (Kota Depok), Anna Sophanah-Supendi (Kabupaten Indramayu), Jeje Wiradinata-Adang Hadari (Kabupaten Pangandaran).
Dalam sambutannya Beliau menyampaikan, Pelantikan secara serentak terhadap 6 (enam) pasangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak gelombang pertama saat ini, merupakan kelanjutan dari Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Hasil Pilkada Serentak oleh Presiden pada tanggal 12 Februari 2016 di Istana Negara, yaitu bagi Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota yang seluruh tahapan Pilkadanya telah tuntas dan masa jabatan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah sebelumnya telah berakhir  per tanggal 17 Februari 2016.
Khusus untuk Kabupaten Cianjur dan Tasikmalaya yang juga seluruh tahapan Pilkadanya telah tuntas,            namun karena masa jabatan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah sebelumnya belum berakhir, maka pelantikan     terhadap pasangan Bupati dan Wakil Bupati Hasil Pilkada Serentak Tahun 2015, akan dilaksanakan pada gelombang berikutnya sesuai ketetapan dari Kementerian Dalam Negeri.
Lanjutnya, Beliau selaku pribadi serta atas nama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, mengucapkan selamat kepada 6 (enam) pasangan Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Masa Jabatan Tahun 2016-2021 yang dilantik pada hari ini. Serta  mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada segenap jajaran KPU dan Bawaslu Pusat sampai Daerah, aparat keamanan khususnya Polri dan TNI, Kementerian Dalam Negeri, Mahkamah Konsitusi,    jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, Partai-Partai Politik, dan semua pihak terkait, yang telah bahu-membahu menyukseskan seluruh tahapan Pilkada Serentak di Jawa Barat secara aman, damai, dan demokratis.
Pasca-pelantikan ini, Beliau meminta kepada Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah  yang baru saja dilantik untuk langsung bekerja guna mewujudkan janji-janji kampanye   serta melaksanakan tugas dan tanggungjawab lainnya   sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Menurut Beliau, hal tersebut Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2016, dimana Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah  juga diminta untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan     masing-masing, dalam rangka melakukan percepatan pelaksanaan dan/atau memberikan dukungan terhadap percepatan pelaksanaan Proyek-Proyek Strategis Nasional.
Terkait bagi Daerah Kabupaten/Kota yang masih terlambat   dalam penetapan APBD Tahun Anggaran 2016, Beliau minta  agar untuk tahun 2017 bisa tepat waktu. Untuk itu, dibutuhkan kesungguhan dari unsur eksekutif serta political will dan dukungan yang kuat dari DPRD dalam mekanisme pembahasan RAPBD hingga penetapannya.
Demikian pula dalam pelaksanaannya, DPRD sebagai pemegang fungsi pengawasan bersama-sama masyarakat dan Aparat Pengawas Internal Pemerintah, harus mengawal realisasi anggaran agar efektif, efisien, transparan dan akuntabel.   Dengan demikian, setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah (government expenditure) dapat berperan optimal dalam memacu efek ganda bersama-sama dengan investasi swasta dan konsumsi individu, terutama untuk membuka lapangan kerja dan mendorong laju pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, Beliau juga berpesan agar dalam penyusunan RPJMD senantiasa memperhatikan konsep SMART Planning, yaitu perencanaan pembangunan yang jelas, terukur, menantang, realistis, dan terpola waktu pencapaiannya. Kajian Lingkungan Hidup Strategis sebagai dasar juga harus disusun secara matang, dan senantiasa mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.
Disisi lain,  sejalan dengan semangat Nawa Cita, poin berikutnya yang ingin Beliau tekankan adalah terkait dengan kebijakan Pemerintah Pusat dalam membangun Indonesia     dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa.   Hal tersebut mutlak membutuhkan sinergi derajat tinggi     dengan segenap unsur Penyelenggara Pemerintahan Daerah, baik Daerah Provinsi, Kabupaten, Kota hingga ke tingkat desa. Salah satu yang membutuhkan sinergi kita bersama yaitu  alokasi dana desa, baik yang bersumber dari APBN maupun APBD Provinsi agar diawasi dan dioptimalkan penggunaannya, sehingga benar-benar tepat sasaran untuk menghadirkan kemajuan infrastruktur dan perekonomian desa.
Ditambahkannya, dalam rangka mewujudkan kehadiran negara yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota juga didorong untuk terus meningkatkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), baik peningkatan akses dan mutu pendidikan, kesehatan, serta daya beli masyarakat. Tingkatkan pula pelayanan air bersih, energi listrik, jaringan jalan dan jembatan yang mantap serta transportasi umum yang terjangkau, ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau, tingkat inflasi yang rendah terkendali, kesempatan kerja baru untuk mengurangi pengangguran, serta langkah-langkah terobosan dan konkrit dalam mengentaskan kemiskinan, mengurangi ketimpangan antar-wilayah dan kesenjangan sosial. 
Namun Demikian, memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean, Daerah juga harus terus meningkatkan produktivitas serta daya saing penduduk, serta berupaya mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Dukung peningkatkan indeks kemudahan berusaha di Indonesia untuk menarik investasi, dengan cara menyelaraskan seluruh regulasi perizinan termasuk deregulasi aturan yang menghambat investasi, hadirkan inovasi tata kelola pelayanan perizinan      dan non-perizinan untuk terwujudnya pelayanan prima, serta tingkatkan ketersediaan infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya untuk terciptanya iklim usaha yang lebih kondusif.
Untuk mewujudkan opini WTP terhadap hasil pemeriksaan BPK, Beliau mengajak Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota untuk bersatu-padu, saling memotivasi dan saling menginspirasi guna meningkatkan capaian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah masing-masing. “Untuk itu, Bupati dan Walikota harus tampil memimpin perubahan     dengan langkah-langkah perbaikan secara konkrit, sehingga daerah masing-masing mendapatkan penilaian sebagai daerah yang berkinerja tinggi dan akuntabel”, tegasnya. 
Terakhir, Beliau juga meminta kepada para Bupati/Walikota untuk bersama-sama membangun sinergi dan keterpaduan dengan Pemerintah Provinsi dalam menyukseskan pelaksanaan PON, alih kelola SMA, serta pembangunan   proyek-proyek infrastuktur strategis provinsi dan nasional.
Hadir dalam pelantikan tersebut  Ketua dan anggota  DPRD Prov. Jabar, Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Jabar, Danrem,  Ketua DPRD Kab. Karawang, seluruh Pimpinan Daerah Kab. Karawang,  Penjabat Bupati Karawang,  Bupati/Walikota se-Jawa Barat,  anggota KPU Jabar, KPU Kabupaten Karawang, Panwaslu, sekretaris Daerah Kab. Karawang, unsur Muspida, Perwakilan Kepala OPD/ Perwakilan Camat se-Kabupaten Karawang serta para undangan penting lainnya.

2 komentar:

  1. Selamat bu Cellica atas pelantikan sebagai bupati Karawang periode 2016-2021.
    Titip, pastikan tim yang bekerja hingga daerah adalah orang-orang yang kompeten, amanah dan bekerja bukan hanya karena ABS (Asal Bapak Senang)....buat sistem pengawasan kerja yang aktif dan efektif dari mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa....
    Saya turut bangga......

    Abdul Syukur, Ketua Forum Peduli K3 Kabupaten Karawang

    BalasHapus
  2. Selamat bu Cellica atas pelantikan sebagai bupati Karawang periode 2016-2021.
    Titip, pastikan tim yang bekerja hingga daerah adalah orang-orang yang kompeten, amanah dan bekerja bukan hanya karena ABS (Asal Bapak Senang)....buat sistem pengawasan kerja yang aktif dan efektif dari mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa....
    Saya turut bangga......

    Abdul Syukur, Ketua Forum Peduli K3 Kabupaten Karawang

    BalasHapus