Sabtu, 12 Maret 2016

BUPATI KARAWANG BUKA SEMINAR NASIONAL PERTANIAN


Karawang sangat bangga dengan keberadaan Universitas yang belum lama disahkan statusnya menjadi Negeri. Maka saya himbau terus adakan kegiatan positif untuk terus membawa nama harum Universitas Negeri Singaperbangsa ini secara khusus dan Kabupaten Karawang secara umum.
Saya atas nama Pemkab apresiasi BEM Unsika  gelar seminar ini, kedepan banyak bahasan untuk kita bisa meningkatkan skill kita masing masing dan meningkatkan SDM Kab Karawang secara menyeluruh. Ini semua di persiapkan untuk menyongsong MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Hal demikian ditekankan oleh Bupati Karawang dr.Cellica Nurrachadiana saat memberikan arahan pada pembukaan seminar Nasional dan musyawarah kerja wilayah II ikatan senat mahasiswa pertanian Indonesia ke X dan BEM fakultas pertanian Unsika  di gelar pada Kamis (10/03) berlokasi di Aula Unsika Karawang.
Lebih lanjut  Bupati memberikan pendapatnya mengenai Seminar tersebut,   bahwa sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan daerah dan nasional. Peranan sektor pertanian bukan saja memberikan andil khususnya ketahanan pangan, tetapi juga memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perkembangan perekonomian secara menyeluruh, baik menyangkut pendapatan petani itu sendiri, pendapatan daerah, maupun penyerapan tenaga kerja, kesemuanya itu sangat sejalan dengan tema yang pada hari ini kita seminarkan yakni “meninjau kebijakan pemerintah terhadap kedaulatan pangan nasional”.
Bupati menambahkan, sejalan dengan hal di atas, maka pembangunan bidang pertanian merupakan salah satu prioritas utama yang di laksanakan di Kabupaten Karawang. hal ini telah kami lakukan melalui beberapa program, baik bersifat lokal kabupaten, maupun melalui program-program yang berasal dari pemerintah propinsi dan pemerintah pusat. dalam hal ini, berdasarkan potensi yang ada maka pembangunan pertanian di Kabupaten Karawang  dititik-bertakan pada sub sektor tanaman pangan (padi dan palawija), hortikultura, perikanan serta peternakan.
Namun demikian menurut Bupati, penitik-beratan pembangunan pertanian sebagaimana tersebut di atas tidak terlepas dari potensi lahan pertanian yang Karawang miliki yakni luas baku lahan sawah mencapai 94.311 hektar dengan jumlah produksi sebesar 1.435 juta ton gkp. hal ini merupakan modal dasar yang sangat penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, yang kesemuanya merupakan penunjang Kabupaten Karawang sebagai lumbung padi Jawa Barat dan Nasional.
Masih menurut Bupati, adapun instrumen yang dapat digunakan untuk mencapai target produksi tersebut yaitu program peningkatan produksi beras nasional (p2bn), diantaranya adalah peningkatan produktivitas persatuan luas serta rekayasa teknologi dan sosial melalui optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman, penggunaan varietas unggul, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, teknologi pasca panen dan pemasaran hasil produksi.
selanjutnya pemerintah berkewajiban memfasilitasi penyelenggaraan penyuluhan pertanian melalui berbagai upaya, diantaranya melalui gerakan penyuluhan mulai dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat kelompok tani.
pada kesempatan tersebut Bupati juga mengajak kepada semua pihak agar melaksanakan hal-hal sebagai berikut ; Selaraskan persepsi dan komitmen kita terhadap pentingnya penyuluhan pertanian melalui komunikasi dan dialog serta meningkatkan harmonisasi kerja antar instansi, Susun konsep kebijakan dan strategi pembangunan pertanian yang lebih bersifat partisipatif, Laksanakan gerakan penyuluhan di setiap tingkatan yang dapat mendukung sistem agribisnis, Serta tingkatkan sinergitas dan koordinasi pelaksanaan program P2BN secara efektif bagi semua pihak yang tergabung dalam tim pelaksana P2BN di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa

0 komentar:

Posting Komentar