Selasa, 28 Juni 2016

BUPATI KARAWANG MEMIMPIN ACARA PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL (HANI) TINGKAT KABUPATEN KARAWANG




Hari Anti Narkotika Internasional ( HANI ), adalah  hari peringatan di mana masyarakat dunia melakukan perlawanan terhadap kejahatan luar biasa yang masih menjadi tantangan negara-negara di dunia termasuk di Indonesia. di dalam negeri, jumlah pengguna narkoba terus meningkat. tahun 2015 diperkirakan angka prevalensi pengguna narkoba mencapai 5,1 juta orang dan angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba, setiap hari 49-50 generasi muda kita mati karena narkoba. kerugian material diperkirakan kurang lebih Rp 63 Triliun yang mencakup kerugian akibat belanja narkoba, kerugian akibat biaya pengobatan, kerugian akibat barang-barang yang dicuri, dan kerugian akibat biaya rehabilitasi dan biaya-biaya yang lainnya.
Dalam rangka memperingati hari anti narkoba internasional Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar kegiatan peringatan Hari Anti Narkoba yang diselenggarakan  di Plaza Pemkab pada hari Senin (27/6). Acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional tersebut dipadukan dengan kegiatan apel pagi yang dipimpin oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana dan di dihadiri oleh Sekretaris Daerah Karawang Teddy Rusfendi beserta para asisten dan staf ahli,  Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Karawang beserta jajarannya dan  para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.
Bupati Karawang dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan tertulis dari Presiden Indonesia Joko Widodo yang menyampaikan bahwa saat ini peredaran narkoba  sangat mengkhawatirkan, kejahatan luar biasa ini sudah merengkuh berbagai lapisan masyarakat. “Telah ditemukan anak di TK yang terkena narkoba, anak di SD  juga ada yang terkena narkoba. dan tidak hanya di kota, di kampung, di desa. tidak hanya orang dewasa, remaja, anak-anak, dan bahkan tadi saya sampaikan yang di TK pun sudah dimasuki narkoba. tidak hanya orang biasa tapi juga ada aparat, ada pejabat, dan ini yang seharusnya menjadi panutan juga terkena narkoba.” Ujar dr. Cellica.
dr. Cellica juga menghimbau bahwa setiap lapisan masyarakat haruslah berperan aktif dalam menumpas peredaran narkoba, karena saat ini telah banyak modus-modus yang digencarkan oleh para pengedar narkoba untuk mengelabui kita, mengelabui aparat hukum dan keamanan. mereka sudah mulai memanfaatkan orang-orang yang tidak dicurigai– seperti anak-anak, wanita yang dimanfaatkan untuk menjadi kurir narkoba. dan adanya modus baru dalam penyelundupan narkoba ke dalam mainan anak, dalam kaki palsu, dan yang lain-lainnya.
“Semua itu harus dihentikan, harus dilawan, dan tidak bisa dibiarkan lagi. kita tegaskan perang melawan narkoba di indonesia. saya ingin ingatkan kepada kita semuanya di kementerian, di lembaga, di aparat-aparat hukum kita. terutama di polri, tegaskan sekali lagi kepada seluruh kapolda, jajaran polda, kepada seluruh kapolres, jajaran polres, polsek semuanya, kejar mereka, tangkap mereka, hajar mereka, hantam mereka. kalau undang-undang memperbolehkan dor mereka. ingat bapak/ibu sekalian, 40-50 generasi muda kita mati karena narkoba.” ujar dr. Cellica.

Jumat, 24 Juni 2016

PEMBUKAAN MUSYAWARAH DAERAH IX PARTAI GOLKAR KABUPATEN KARAWANG


Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah IX Partai Golkar Kabupaten Karawang bertempat di Ballroom Hotel Mercure, pada hari Kamis (23/6).
Pada kesempatan tersebut selain Bupati Karawang, turut hadir Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, sekjen partai golkar,  Ketua DPD Jawa Barat partai Golkar Deddy Mulyadi, Ketua DPD Karawang Dadang S Mochtar, Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsarri, Kapolres Karawang, para pimpinan partai, para ketua dan Anggota Fraksi DPRD Karawang,perwakilan dari Polres Karawang, dan tamu undangan.
 Pada kesempatan tersebut Bupati Karawang menyampaikan bahwa, musyawarah ini merupakan  ajang silaturahmi satu sama lain, bertukar pikiran, bertukar pandangan, visi dan misi untuk membangun suatu bangsa, untuk membangun Kabupaten Karawang melalui kegiatan tersebut. Sehingga siapapun pimpinannya nanti harus mampu membawa perubahan-perubahan untuk kemaslahatan umat dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karawang.

Musyawarah daerah, konferensi atau apapun namanya, dalam suatu organisasi merupakan salah satu agenda kegiatan yang sangat penting artinya bagi kelangsungan kehidupan organisasi yang bersangkutan, baik dalam rangka mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan maupun untuk merumuskan program kerja yang akan dijalankan kedepan.
Terakhir Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana berharap bahwa, partai golkar mampu mengutamakan kepentingan khalayak banyak yang lebih luas lagi, dibanding dengan kepentingan kelompok dan golongan. Serta berharap agar yang menjadi pimpinan nanti dapat menjadi mitra yang baik dengan pemerintah daerah Kabupaten Karawang. Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada pengurus partai golkar dimisioner telah menjadi mitra yang baik bersama pemerintah daerah Kabupaten Karawang dengan memberi saran yang konstruktif bagi pemerintah daerah Kabupaten Karawang, sehingga kedepannya nanti Bupati dan Wakil Bupati Karawang dapat mewujudkan Kabupaten Karawang yang toyibatun warobun ghofur, yang dapat mensejahterakan dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Karawang.

SINERGITAS KELURAHAN TINGKAT PROVINSI JABAR TAHUN 2016



Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, menghadiri acara re-cheking terhadap Kelurahan Karawang Wetan oleh tim re-cheking Provinsi Jawa Barat bertempat di kantor Kelurahan Karawang Wetan di dampingi oleh Lurah Karawang Wetan Dedi Supardi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Karawang Ida Zamakhsarry. Selain itu acara tersebut dihadiri oleh Camat Karawang Timur, Aparatur Kelurahan, Ketua Tim re-cheking Provinsi Jabar Raden Nurtafiana.
Acara yang bertajuk “Sinergitas Kelurahan Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2016 Kelurahan Karawang Wetan Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang” tersebut merupakan rangkaian dari perlombaan antar kelurahan tingkat provinsi se- Jawa Barat dengan kelurahan Karawang Wetan sebagai perwakilan dari Kabupaten Karawang.
Cellica Nurrachadiana dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada tim re-cheking Provinsi Jawa Barat yang telah hadir dan ia berharap dengan hadirnya tim penilai tersebut mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Karawang ke depannya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang, saya mengucapkan ”selamat datang” di Kabupaten Karawang kepada pimpinan dan segenap rombongan tim re-cheking provinsi Jawa Barat, mudah-mudahan kehadiran bapak dan ibu di kelurahan karawang wetan akan memberikan makna yang  berarti bagi upaya peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia di di Kabupaten Karawang dan Kelurahan Karawang Wetan  pada khususnya.” ujar Celica.
Terpilihnya Kelurahan Karawang Wetan dalam penilaian lomba kelurahan tingkat Provinsi Jawa Barat adalah hasil evaluasi dan penilaian tim penilai tingkat Kabupaten Karawang yang telah direkomendasikan untuk mengikuti lomba kelurahan tingkat Provinsi Jawa Barat.
 “Saya menyambut baik kegiatan penilaian dalam rangka re-cheking terhadap Kelurahan Karawang Wetan ini, karena kegiatan ini bertujuan untuk menilai dan mengevaluasi perkembangan pembangunan guna meningkatkan motivasi dan kreativitas pembangunan serta pemberdayaan masyarakat kelurahan dimana seluruh kegiatan pembangunan yang berlangsung di kelurahan dilaksanakan secara terpadu dengan mengembangkan teknologi informasi dan budaya gotong - royong masyarakat.”
Selain itu Cellica menyampaikan harapannya bahwa, melalui penilaian dalam rangka lomba kelurahan ini dapat memotivasi masyarakat kabupaten karawang, khususnya kelurahan karawang wetan akan terus memacu diri untuk meningkatkan  partisipasinya dalam pembangunan. Cellica pun menyampaikan pesannya kepada Tim Penilai agar dapat memberikan masukan positif guna meningkatkan kinerja agar lebih baik lagi.
“Terakhir, kepada tim penilai, kami sampaikan selamat bekerja, semoga kegiatan ini benar-benar mampu memberikan kontribusi bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan pada segenap sektor, sehingga harapan seluruh masyarakat jawa barat, menjadi bagian dari baldatun thoyyibatun warobbun ghofur akan segera terwujud,” ujar Cellica. 

Kamis, 23 Juni 2016

KUNJUNGAN KERJA DPRD KABUPATEN SEMARANG


Bupati Karawang dr. Cellica Nurachadiana menerima rombongan dari DPRD Kabupaten Semarang di ruang rapat Wakil Bupati pada hari Rabu (22/6). Adapun agenda dalam kunjungan kerja tersebut adalah study banding mengenai upaya  pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD.
Pada kesempatan tersebut hadir Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Samsuri, Kepala Dinas DPPKAD Abdilah Mawardi Nur., Msi, perwakilan dari Bappeda, dan dari rombongan DPRD Kabupaten Semarang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang Suradi, M.H dan Asda III Kabupaten Semarang Budi Kristiono, S.H.
Pada kunjungan kerja tersebut rombongan dari DPRD Kabupaten Semarang didampingi oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana  mendengarkan paparan yang disampaikan oleh kepala dinas DPPKAD Abdilah Mawardi Nur, M.Si mengenai kinerja pemerintahan Kabupaten Karawang dalam mengelola PAD dan pengelolaan pajak daerah.
Ada beberapa point yang disampaikan oleh Mawarli pada kesempatan tersebut diantanya ialah mengenai peluang dan strategi pemerintah kabupaten karawang dalam mengelola pajak daerah serta apa sajakah kendala yang dialami DPPKAD Karawang dalam melaksanakan programnya.
Adapun peluang yang disampaikan dalam kesempatan tersebut adalah berkembangnya pertumbuhan perekonomian di kabupaten karawang seperti industri, pariwisata dan jasa, potensi perluasan basis pajak, serta desentralisasi kewenangan.
Adapun strategi yang dimiliki pihak DPPKAD Karawang dalam meningkatkan PAD ialah dengan melakukan kerjasama lintas OPD dalam lingkup internal pemerintahan daerah serta pengoptimalan kerjasama antara pemerintahan daerah, masyarakat dan para pengusaha maupun komunitas seperti PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia). Adapaun kendala yang di hadapi ialah regulasi pusat yang terkadang berubah-ubah di pertengahan dan pengalihan kewenangan di pusat serta tingkat kesadaran dan kepatuhan wajib pajak yang belum tinggi.
Cellica Nurrachadiana dalam kesempatan tersebut menyampaikan salah satu upaya dalam meningkatkan pendapatan daerah ialah permudahan sarana investasi agar investasi dapat berkembang dengan baik.“Kemudahan sarana investasi merupakan salah satu syarat dalam meningkatkan PAD daerah, dan pemerintah daerah harus menjadi fasilisator agar investasi tersebut dapat berkembang.” Ujar Cellica. 

KARAWANG MENUJU KOTA WISATA


Karawang kota wisata, sepertinya itulah sedikit gambaran yang sedang digagas oleh Bupati Karawang dr. Celilca Nurrachadiana dalam menata Kabupaten Karawang dimasa yang akan datang, terbukti dengan beberapa program yang akan direalisasikan baru-baru ini salah-satunya ialah rencana renovasi Masjid Agung Karawang dan alun-alun kota serta pembangunan hutan kota yang ditargetkan akan rampung di satu-dua tahun kedepan.
Hal itu terlihat dari hasil pertemuan antara Bupati Karawang dengan Kepala Dinas Disbupar Karawang, perwakilan Dishub Karawang, para kepala OPD terkait dan pihak developer di Ruang Rapat Sekda Karawang pada hari Rabu (22/8). Ada dua agenda yang dibahas dalam rapat tersebut yaitu renovasi Masjid Agung Karawang dan alun-alun kota yang rencananya akan di gabung dalam satu kompleks, yang kedua ialah pembangunan hutan kota yang berfungsi sebagai paru-paru kota.
Renovasi Masjid Agung tersebut ditargetkan akan rampung pada tahun 2017. Renovasi Masjid Agung ini, bukanlah sekedar renovasi biasa melainkan upaya dari pemerintah daerah untuk menjadikan Masjid Agung Karawang sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Karawang dengan sebuah pengelolaan yang matang, terarah dan modern. Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai beberapa potensi wisata yang dapat dikembangkan di Masjid Agung Karawang yang tidak hanya sebagai tempat ibadah melainkan sebagai sarana rekreasi warga dan wisata religi yang tak kalah dengan yang ada di kota lain.
Sedangkan, mengenai rencana pembangunan hutan kota yang akan dibangun di jalan baru depan Sekolah Tinggi Perikanan tersebut memiliki luas sekitar 7 hektar, yang di bagi menjadi dua bagian 70% ruang hijau dan 30 % ruang komersil seperti tempat parkir, foudcourt, tempat ibadah,  danau buatan serta tempat pertunjukan.
 M ridwan saleh selaku pengembang yang menangani pembangunan hutan kota menyampaikan dalam paparannya bahwa di dalam area hutan kota tersebut akan ditanami beberapa varietas tanaman langka dan tanaman lindung seperti pohon kawista.
“Hutan kota yang akan dibangun ini bertema Edu Park, selain sebagai area hijau hutan kota ini akan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai tanaman karena di dalam hutan kota tersedia sarana Green House yang akan ditanami beberapa varietas tanaman langka” ujar M Ridwan.

LAUNCHING SP2D ONLINE DI KABUPATEN KARAWANG TAHUN 2016



Saat ini teknologi informasi telah menjadi kebutuhan utama masyarakat, tidak terkecuali di dunia birokrasi dan pelayanan umum. Teknologi Informasi merupakan kebutuhan utama sebagai sarana untuk mempermudah komunikasi, interaksi dan sangat membantu dalam menyelesaikan berbagai urusan kepemerintahan dan kemasyarakatan, walau memang belum semua masyarakat dapat memanfaatkannya untuk memudahkan dan mempercepat proses pelayanan.
DPPKAD Kabupaten Karawang, sebagai badan publik telah  mampu memanfaatkan teknologi informasi ini untuk memudahkan pelayanan bagi para wajib pajak sekaligus memudahkan para wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya dengan meluncurkan program SP2D online yang diadakan di Aula Husni Hamid (21/6). Acara tersebut dibuka dengan sambutan dari Bupati Karawang dr. Celica Nurrachadiana dan dihadiri oleh Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamakhsarry, Sekda Kabupaten Karawang Teddy Rusfendi, perwakilan dari BKBP, perwakilan dari BJB dan kepala OPD terkait.
Peluncuran program SP2D on-line ini bertujuan untuk mempermudah pencairan anggaran yang berkaitan dengan keuangan daerah, sehingga setiap pencairan dana dapat dilihat di website DPPKAD secara online dan tidak perlu antri. Sebelumnya DPPKAD juga telah meluncurkan e-BPHTB dan barcode reklame.
Sebagai sarana pendukung dalam mensosialisaikan kepada masyarakat, khususnya kepada para wajib pajak, tentang mekanisme pembayaran pajak terhutang dalam upaya mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor PBB, DPPKAD telah meluncurkan sistem informasi SPPT PBB melalui website dan sms gateway.
Cellica Nurrachadiana dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberlangsungan dan keberhasilan berbagai program pembangunan serta pelayanan publik, salah satunya ditentukan oleh penerimaan sektor pajak sebagai salah satu sumber pembiayaannya. Untuk itu, pajak memegang peranan sangat penting dalam struktur penerimaan negara maupun daerah terutama PBB sektor perdesaan dan perkotaan memegang peranan sangat penting dalam struktur penerimaan negara maupun daerah, khususnya dalam  membiayai  program pembangunan yang telah ditetapkan dalam APBD Kabupaten Karawang ini.
Sebelum diberlakukannya uu nomor 28 tahun 2009 tersebut, kontribusi PAD terhadap APBD Kabupaten Karawang baru mencapai 11.80%, namun seiring dengan telah dikelolanya BPHTB oleh Pemerintah Kabupaten Karawang, kontribusi PAD sudah mencapai 18 %, dan Pemkab optimis kontribusi ini akan semakin meningkat melebihi angka 30 % apabila pengelolaan PBB sektor perdesaan dan perkotaan sudah dikelola dengan sistem yang akan diluncurkan.
Optimisme di atas bukan tanpa dasar, mengingat penerimaan BPHTB dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, selain itu potensi penerimaan dari PBB sektor perdesaan dan perkotaan juga sangat potensial karena jumlah  wajib pajak pbb sektor perdesaan dan perkotaan di kabupaten karawang mencapai 665.000 wajib pajak, dengan target penerimaan pbb perdesaan dan perkotaan ini sebesar 186 milyar rupiah.
“Untuk itu, diselenggarakannya launching pengelolaan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan ini, diharapkan sebagai langkah awal dalam menggali dan mengelola pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan serta mengurangi kehilangan potensi pajak dari pajak bumi dan bangunan.” Ujar dr. Celica.
“Perlu saya ingatkan kepada yang hadir disini dan masyarakat karawang pada umumnya bahwa manfaat pajak daerah sangatlah penting, karena salah satu sumber pendapatan yang sangat dominan untuk pembiayaan pembangunan dan sosial kemasyarakatan serta pembangunan fasilitas umum dan infrastruktur. oleh karena itu, jadilah masyarakat karawang yang taat membayar pajak, bagi wajib pajak yang taat membayar pajak seharusnya memiliki kebanggaan, karena telah memberikan kontribusi  secara nyata terhadap pemerintah kabupaten karawang untuk menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan.” Tambahnya.
Terakhir, dalam sambutannya dr. Celica Nurrachadiana menghimbau  kepada para Kepala OPD terkait agar dapat partisipasi aktif berkaitan dengan kesiapan Kabupaten Karawang untuk mengelola PBB sektor perdesaan dan perkotaan ini diantaranya melalui sosialisasi seoptimal mungkin kepada masyarakat khususnya kepada para wajib pajak.

KUNJUNGAN KERJA KOMISI IV DPR RI BERSAMA BUPATI KARAWANG KE PASAR JOHAR KARAWANG



Bupati Karawang dr. Cellica Nurachadiana bersama Komisi IV DPR RI yang dipimpin oleh Edhy Prabowo, MM., MBA di dampingi oleh dinas terkait seperti Kementan Karawang, Dinas Pertanian Karawang, Badan POM, Dinas Kesehatan Karawang, Bulog dan BKP mengadakan kunjungan kerja ke Pasar Johar Karawang, dalam rangka memantau harga sejumlah barang pokok menjelang hari raya idul fitri 1437 H, pada hari Senin (20/6).


Pada kunjungan kerja tersebut rombongan mengunjungi beberapa lapak pedagang mulai dari pedagang beras, bahan pangan, sayuran sampai kios daging. Dari hasil pantauan tersebut diketahui bahwa terdapat kenaikan harga di beberapa barang tertentu seperti harga daging, baik dari daging ayam, sapi maupun daging ikan. Dalam kunjungan tersebut diketahui harga daging ikan mengalami kenaikan sekitar 10 – 20 % dari harga semula dan untuk daging sapi lokal di kisaran 120 – 130 ribu per kilo gram, dan untuk harga ayam broiler Rp. 26.000 per kilo gram.

Untuk harga beras menurut Kementan Karawang berada di kisaran Rp. 9800 per kilogramnya dengan kualitas medium, harga kacang tanah dikisaran Rp. 26.000 per kilogram. Selain terjadi kenaikan harga d sejumlah barang, terjadi pula penurunan harga untuk harga sayuran seperti cabe dan bawang merah. harga cabe rawit merah yang sebelumnya Rp. 18.000 per kilo kini turun di kisaran Rp. 15.000 per kilogram. Harga bawang merah yang sebelumnya Rp. 27.000 per kilo sekarang turun menjadi Rp. 26.000 per kilogram.

Dari pantauan tersebut juga di temukan beberapa barang yang teridentifikasi mengandung bahan aktif seperti formalin dan borak yang terdapat di mie curah dan juga di kikil sapi. Petugas dari badan POM pun telah mengambil sample dari bahan makanan yang mengandung bahan aktif tersebut guna dilakukan penelitian lebih lanjut.

Acara tersebut di tutup dengan pemberian plakat kepada dr. Celica Nurachadiana sebagai wujud apresiasi dari Komisi IV DPR RI atas diadakanya program lahan pangan berkelanjutan yang  menurut Edhy Purabowo dapat bersinergi dengan baik. Selain itu  Edhy Prabowo, menyampaikan usulannya atas nama komisi IV DPR RI kepada dr. Celica Nurrachadiana untuk membuat sebuah badan litbang khusus beras yang gunanya sebagai badan pengawas alur beras yang ada di Kabupaten Karawang.

Minggu, 19 Juni 2016

BUPATI KARAWANG MELEPAS TENAGA KERJA ASAL KABUPATEN KARAWANG


Pembangunan pada bidang ketenagakerjaan pada dasarnya merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan, sebagaimana tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 dalam pasal 27 ayat (2).
Pemerintah Kabupaten Karawang melalui proses rekruitmen dan penempatan calon tenaga kerja yang dikoordinir melalu Disnakertrans Kabupaten Karawang sudah menjaring para tenaga kerja asli karawang melalui proses dan tahapan yang telah ditetapkan.
Maka dilaksanakan pelepasan tenaga kerja yang akan ditempatkan di 30 perusahaan yang tersebar di wilayah kawasan industri Kabupaten Karawang, dan secara resmi dilepas oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana di Plaza Pemkab Karawang, pada Sabtu (18/6).
Mewujudkan pemerataan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan perusahaan merupakan tugas pemerintah dalam rangka menciptakan tenaga kerja yang handal, professional dan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu dan produksi ditempat kerja.
Bupati Karawang menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur dan penanganan penangguran merupakan janji politik pasangan Cellica – jimmy untuk perbaikan infrastruktur cukup menginstruksikan OPD terkait dan menjalin kerjasama dimulai dari Kepala dinas sampai ke tingkat Kasi.
Berbeda halnya mengenai penanganan pengangguran dengan perbaikan infrastruktur yang hanya tinggal menunjuk OPD terkait, untuk penanganan pengangguran diperlukan adanya kerjasama dengan pihak ketiga, yaitu perusahaan-perusahaan yang ada dikawasan industri di Kabupaten Karawang.
Selanjutnya, dalam rangka mewujudkan para pekerja yang handal, professional dan sesuai dengan perusahaan, dilaksanakan penandatangan fakta integritas antara Bupati Karawang dengan tenaga kerja. “Melalui penandatanganan ini diharapkan memberikan angin segar bagi perusahaan sebagai feedback bagi perusahaannya yang sudah memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kabupaten Karawang”.
Terakhir Bupati Karawang berharap kepada seluruh karyawan yang bekerja agar bertanggung jawab terhadap tugas dan pekerjaan serta menjaga nama baik perusahaan dan tidak mencoreng citra Kabupaten Karawang agar mencipatkan iklim investor bagi para pengusaha yang akan menanamkan investasinya di Kabupaten Karawang.
Pada kesempatan tersebut hadir Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamakhsyari, Sekda Kabupaten Karawang beserta asisten dan staf ahli, Kadisnakertrans Kabupaten Karawang beserta jajaran, serta para Kepala OPD dan Camat. 

Selasa, 14 Juni 2016

BUPATI KARAWANG MEMBERIKAN INSENTIF KEPADA GURU NGAJI DAN AMIL SEKALIGUS PENYERAHAN BANTUAN BAGI POSKESTREN



Guna meningkatkan pemerataan kesejahteraan bagi guru ngaji dan amil serta terpenuhinya sarana dan prasaran bagi Poskestren di Kabupaten Karawang yang telah mendapatkan pembinaan. Sebagai wujud dukungan dari pemerintah Kabupaten Karawang, maka memberikan insentif kepada guru ngaji dan amil serta bantuan sarana dan prasarana bagi Poskestren di Kabupaten Karawang.
Pemberian secara simbolis dilakukan langsung kepada beberapa guru ngaji, amil serta Poskestren pada apel pagi di halaman Plaza Pemkab Karawang dan diberikan langsung oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, pada Senin (6/13).
Bupati Karawang menyampaikan terima kasih kepada para guru ngaji dan amil yang sudah turut memberikan tenaga dan pikirannya guna memberikan ilmu keagamaan yang menjadi pondasi dasar bagi kehidupan sehari-hari.
“Apa yang kami berikan atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang mudah-mudahan terasa manfaatnya, serta mampu mengjarkan anak-anak kita menjadi anak yang shaleh dan shalehah”, ungkap Bupati Karawang.
Selanjutnya dalam proses pembangunan tidak lupa pondok pesantren menjadi pion utama dalam pembangunan di Kabupaten Karawang khususnya dunia pendidikan. “Apa yang diajarkan di pondok pesantren dengan tantangan dunia globalisasi sekarang ini utamanya di Kabupaten Karawang, mudah-mudahan dapat membentengi apa yang menjadi maksud dan tujuan baik”, lanjut Bupati Karawang.
Terakhir Bupati Karawang akan senantiasa menjaga ruh dan semangat untuk lebih memperhatikan para guru ngaji, amil serta pondok pesantren yang ada di Kabupaten Karawang dengan lebih baik lagi kedepannya.
Kegiatan pemberian insentif kepada guru ngaji dan amil ini dilaksanakan setiap tahun, untuk jumlah penerima intensif guru ngaji TPQ, DTA, RA, MI, Mts dan amil sebanyak 10.000 orang dan masing-masing mendapatkan intensif sebesar Rp. 1.200.000, sedangkan untuk amil berjumlah 1.068 orang dan mendapatkan intensif Rp. 800.000 yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Karawang tahun anggaran 2016. Pemberian ini dilakukan secara bergilir sebanyak 15 kali sesuai jadwal yang telah ditentukan mulai tanggal 13 – 29 Juni 2016, sehingga dalam satu hari ada dua kecamatan, ungkap Hadis Herdiana dalam laporannya.
Selanjutnya dilaporkan pula diserahkan bantuan sarana prasarana Poskestren bagi 10 pondok pesantren di Kabupaten Karawang, antara lain Ponpes Al-Anshoriyah Pedes, Ponpes An-Nihayah Rawamerta, Ponpes Nurul Hidayah Rawamerta, A-Ijtihad Pedes, Ponpes Al-Muhajirin Telukjambe Barat, Ponpes Nurul Falah Karawang Timur, Al-Ikhlas Karawang Barat, Ash-Shidiqiyah Cilamaya Wetan, Al-Kautsar Lemahabang Wadas, dan Al-Fathimiyah Telukjambe Timur.
Terakhir, jenis bantuan yang diberikan bagi Poskestren adalah 10 paket obat-obatan sederhana, 10 set tempat tidur periksa, 10 buah etalase obat dan 10 buah kotak P3K dan kelengkapannya.
Pada kesempatan tersebut hadir Sekda Kabupaten Karawng, para asisten dan staf ahli, para kepala OPD dan camat, serta para peserta apel dilingkup Sekertariat Daerah Kabupaten Karawang.

GUBERNUR JAWA BARAT LAKSANAKAN TARAWEH KELILING DI MASJID AGUNG KARAWANG


Bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan, hal ini menjadi ajang pengendalian dan perbaikan diri menuju ke arah yang lebih baik. Disamping itu Bulan suci ramadhan harus dijadikan sarana untuk mempererat jalinan silaturhami sebagai upaya untuk meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan dan persaudaraan antara pemerintah, para ulama atau tokoh serta masyarakat sekitar, melalui safari ramadhan atau taraweh keliling yang rutin dilaksanakan setiap bulan ramdhan.
Hal ini dimanfaatkan baik oleh Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan untuk bersilaturahmi dengan pemerintah Kabupaten Karawang serta masyarakat sekitar melalui safari ramadhan atau taraweh keliling yang dibertempat di masjid Agung Karawang, pada Senin (13/6) yang dihadiri oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana besera para Asisiten dan kepala OPD dari Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Karawang serta, Wakil Walikota Bekasi, Wakil Bupati Purwakarta, serta perwakilan dari Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Subang.
Wakil Bupati Karawang memberikan sambutan selamat datang kepada Gubernur Jawa Barat beserta rombongan menyampaikan mengenai keberadaan masjid Agung Karawang yang merupakan masjid pertama ditanah Jawa yang dibangun oleh ulama dari Vietnam yang dikenal sekarang Syech Quro yang merupakan sejarah penting bagi kabupaten Karawang.
Selanjutnya Gubernur Jawa Barat dalam sambutannya menyambung perihal sejarah masjid, tentunya keberdaan masjid sangat penting dalam kehidupan khususnya membangun karakter. “Ketika orang masuk masjid paling tidak dia tidak melakukan dosa, tetapi sekembalinya dari masjid dia memiliki semangat untuk memperbaikinya”, ungkap Ahmad Heryawan yang biasa di sapa Kang Aher.
Terakhir Kang Aher menghimbau pemerintah daerah guna mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memakmurkan masjid, karena dimasjidlah lahir kebaikan-kebaikan. Pemerintah daerah juga wajib membuat masyarakatnya cinta dan betah dimasjid dengan semua kegiatan aktivitasnya.
“Jangan sampai sudah dibangun dengan megah, tetapi kita tidak membangun isinya (kegiataan yang bermanfaat), karena Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa diakhir jaman banyak masjid yang berdiri megah tetapi kosong oleh hidayah”, tutup Kang Aher.
Selain kegaiatan taraweh, ada pula pemberian santunan kepada Kaum Dhu’afa di Kabupaten Karawang sebesar 50 juta rupiah, yang diberikan secara simbolis kepada Wakil Bupati Karawang, serta pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan bantuan kepada masjid Agung Karawang untuk pengembangan dan perluasan yang totalnya memerlukan anggaran sebesar 30 millyar rupiah. 

Sabtu, 11 Juni 2016

Sosialisasi Rencana Pembangunan Pasar Induk Beras Dan Sayur


PT. Central Niaga Nusa Karawang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar pertemuan dalam membahas rencana pembangunan pasar induk beras, sayuran dan buah di Kabupaten Karawang. Dalam pertemuan tersebut hadir perwakilan dari lintas OPD di kabupaten karawang seperti kepala dinas BPMPT, DISHUB, dinas pertanian, bappeda, distanhutbunnak, badan ketahanan pangan. Selain itu hadir pula pihak swasta yang terdiri dari PT. CNNK. Ketua organisasi APEK (Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang) dan perwakilan dari koperasi K3.
Pertemuan yang digelar di ruang rapat Wakil Bupati  (9/6) tersebut dipimpin oleh Bupati Karawang Dr. Cellica Nurachadiana didampingi oleh Sekda Kabupaten Karawang Teddy Rusfendi yang mendengarkan paparan dari La Ode Hasahu selaku General Manager dari PT. CNNK sebagai konseptor dari pembangunan pasar yang bernama pasar induk Kuta Pohaci.
Dalam paparannya Hasahu menjelaskan tentang konsep dan perencanaan kedepan tentang pasar  induk tersebut, seperti luas tanah, prospek pasar dan juga pengadaaan kios ataupun loket pasar. Hasahu juga menjelaskan bahwa sistem yang dipakai oleh pasar ini ialah yang dianggapnya ramah kepada para petani karena untuk penyewaan atau pembelian kios menggunakan sistem bagi hasil panen pertanian.
Rencananya pasar ini akan dibangun diatas lahan seluas 50 Ha, dengan tahapan pekerjaan perencanaan untuk master plan dan feasibility study sudah selesai dan jumlah bangunan yang akan dibangun terdiri dari took  beras 762 unit, kios 436 unit, kios indoor 647 unit, los 1.814 unit, ruko 243 unit, gudang beras 1 unit, gudang agro 1 unit, kolam retensi 1 unit, kantor pengelola 1 unit, masjid 1 unit, klinik 1 unit dan function hall 1 unit.

Rabu, 08 Juni 2016

Karawang Raih Predikat Opini WTP dari BPK RI Perwakilan Jawa Barat


Tahun 2015 adalah tantangan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, karena ada satu pertanyaan yang senantiasa membayangi kami, sanggupkah kami untuk menyususun laporan keuangan berbasis akrual atau tidak?, namun kami harus siap.” demikian disampaikan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat memberikan sambutan pada acara penyerahan laporan hasil pemeriksaan BPK (LHPB) tahun 2015 di aula gedung BPK RI perwakilan Jabar pada hari Senin (6/6).
Acara tersebut merupakan pengumuman dan penyerahan hasil audit BPK mengenai laporan keuangan yang sempat di laporkan oleh pemerintah kabupaten/kota beberapa waktu yang lalu. Terdapat 11 Kabupaten Kota di Jawa barat yang hadir dalam acara tersebut yaitu, Kabupaten Karawang, Cianjur, Ciamis, Majalengka, Bogor, Tasikmalaya, Sumedang, Banjar, Garut, Purwakarta, dan Cimahi.
Menurut perwakilan dari BPK RI perwakilan Jabar, kesebelas Kabupaten/Kota tersebut semuanya mendapat predikat Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Penerimaan predikat WTP tersebut bagi Kabupaten Karawang adalah  prestasi yang luar biasa karena ini merupakan pertama kalinya Kabupaten Karawang mendapat predikat opini WTP, yang pada tahun sebelumnya hanya mendapat predikat WTD (Wajar Dengan Pengecualian).
Dalam sambutannya Cellica Nurrachadiana menyampaikan bahwa Penyusunan laporan keuangan daerah tahun anggaran 2015 merupakan tahun pertama dalam penerapan akuntasi berbasis akrual yang dimana pendapatan dan belanja diakui pada saat keterjadian bukan pada saat penerimaan dan pengeluaran kas sehingga dapat menggambarkan hak dan keawajiban pemerintah kabupaten/kota secara lebih riil.
 “Penyusunan laporan keuangan daerah tahun anggaran 2015 adalah tahun yang cukup berat bagi pemerintah kabupaten/kota karena merupakan tahun pertama dalam penerapan akuntansi berbasis akrual, namun bagaimanapun kami harus siap untuk menyusun laporan keuangan berbasis akrual dengan baik dan maksimal dalam penyusunan keuangan berbasis akrual sesuai dalam peraturan pemerintah nomor 71 tahun 2010 tentang standar akuntansi pemerintah yang harus menerapkan akuntansi berbasis akrual selambat-lambatnya pada tahun 2015.” ujar Cellica.
Selain itu, Cellica pun menambahkan bahwa semoga apa yang telah diperoleh Kabupaten Karawang saat ini dapat menjadi pemacu di tahun-tahun yang akan datang dalam pengelolaan keuangan dan aset pemerintah daerah yang lebih baik lagi dan Cellica juga mengajak kepada seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk terus melakukan berbagai langkah secara bersama-sama dengan dukungan dari DPRD yang senantiasa  bersinergi agar apa yang menjadi tujuan bersama dapat  tercapai.

Senin, 06 Juni 2016

BUPATI KARAWANG MERESMIKAN PENGGUNAAN BANGUNAN SARANA PRASARAN DI EMPAT TEMPAT YANG BERBEDA


Infrastruktur merupakan sarana utama dalam sebuah proses pembangunan, utamanya pembangunan sarana dan prasaran penunjang bagi masyarakat. Sehingga apa yang ingin dicapai dalam mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat dapat tercapai. Maka Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana meresmikan penggunaan empat bangunan sarana prasaran umum, pada Sabtu (4/6).
Bangunan yang diresmikan penggunaannya tersebut antara lain, masjid Jami Al-Ikhlas dan Posyandu Mandiri Mawar VI di Desa Walahar, gedung Pesantren Nurul Falah di Desa Duren dan Pasar Kuliner Kosambi di Desa Cibalongsari.
Pembangunan sarana dan prasaran ini merupakan amanah dan titipan agar selalu dijaga dan dirawat dalam setiap penggunaannya, ujar Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana dalam sambutannya.
Hal yang menjadi apresiasi semua pihak dalam proses pembangunan Masjid Jami Al-Ikhlas yang merupakan hasil dari swadaya masyarakat sehingga berdiri masjid yang representatif bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, pembangunan Posyandu merupakan hasil kerjasama PT. Ultra Prima Abadi dengan masyarakat. “Kita apresiasi semua pembangunan ini yang mendukung sarana prasarana guna membantu masyarakat Kabupaten Karawang, khususnya didesa sekitar”, ujar Cellica.
Terakhir Bupati Karawang mengajak kepada semua pihak untuk menjaga dan merawat gedung sarana dan prasarana yang sudah dibangun agar selalu terawat dengan baik dan memanfaatkan penggunaannya sebaik mungkin.
Pada Kesempatan tersebut dimasing-masing peresmian dihadiri unsur Musipika desa setempat serta perwakilan dari jajaran perusahaan yang menjadi mitra dalam pembangunan sarana dan prasarana tersebut.

PERINGATAN HARI KRIDA PERTANIAN KE 44 TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT DIGELAR DI KABUPATEN KARAWANG


Peringatan Hari Krida Pertanian ke-44 tingkat provinsi Jawa Barat bisa menjadi momentum dalam menyelesaikan permasalahan kesejahteraan petani dan nelayan di daerah dalam menyokong ketahanan pangan nasional.
Jawa Barat merupakan sumber pangan terbesar di Indonesia. Namun hal tersebut belum sama sekali berdampak terhadap kesejahteraan dan ketahanan keluarga petani dan nelayan. “Ada yang salah terhadap tata kelola dalam sistem pengelolaan dan tata niaga pangan”.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat pada pembukaan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-44 Tingkat Provinsi Jawa Barat yang bertempat di Kampung Budaya Desa Wadas Kecamatan Tekujambe Timur, pada Kamis (2/6).
Dalam mengatasi permasalahan dunia pertanian dan nelayan tentunya ada identifikasi masalah dan penguatan validasi data yang akurat, untuk mengukur perlu data yang akurat bagaimana keadaan pertanian, stok pangan dan ekonomi.
“Data valid mengenai ketersediaan pangan harus ada. Hal ini perlu mengingat sering terjadinya spekulasi atau kesalahan data pangan di Indonesia”, ujar Deddy saat memberikan sambutan.
Selain itu, pada peringatan HKP ini bukan hanya menjamin ketersediaan pangan kemudian meningkatkan motivasi dan kemampuan di para petani, tapi juga Krida Pertanian juga dimaknai sebagai upaya menghadirkan ketahanan keluarga para petani, para nelayan di Jawa Barat.
“Kekayaan sumber daya alam yang melimpah, hal ini harus memberikan dampak terhadap ketahanan pangan keluarga”. Ujar Netty Prasetyani Heryawan sebagai Ketua Forikan Provinsi Jawa Barat pada saat memberikan sambutannya.
Sejalan hal tersebut, Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana menyampaikan bahwa, Kabupaten Karawang tetap mempertahankan sebagai lumbung padi Jawa Barat dan sebagai pusat ketahanan pangan nasional walaupun sekarang bergeser menjadi kota industri.
Peringatan HKP kali ini di gelar mulai tanggal 1-4 Juni 2016 dengan mengambil tema “Melalui Hari Krida Pertanian ke-44 Tahun 2016 Kita Mantapkan Kelembagaan Tani-Nelayan Sebagai Mitra Kerja Pemerintah Dalam Rangka Kemandirian Pangan Menuju Kesejahteraan Petani di Jawa Barat”.
Acara tersebut berlangsung berbagai kegiatan, seperti temu wicara, pemberian penghargaan kepada para petani dan nelayan yang ada di Jawa Barat yang telah berjasa dalam membangun pertanian, perkebunan, perikanan, dan kehutanan. Selain itu, ada juga pameran agroexpo dan bazaar, juga pemecahan rekor makan ikan bersama.
Pada kesempatan tersebut hadir pula Bupati Karawang, Unsur FKPD Kabupaten Karawang, Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, perwakilan Kementerian Pertanian RI, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat, Kepala Bakorluh Jabar, para penyuluh, berbagai komunitas yang tergabung dalam rumpun pertanian atau Gapoktan se-Jawa Barat.

GEBYAR PAUD KABUPATEN KARAWANG SEKLAIGUS PENGUKUHAN BUNDA PAUD KEPADA BUPATI KARAWANG TAHUN 2016


Anak usia 0-5 tahun adalah usia perkembangan emas, saat fisik dan otaknya berada di masa pertumbuhan terbaiknya dimana kemampuan otak menyerap informasi sangat tinggi. Mengikutsertakan anak di Paud merupakan kesuksesan masa depan anak.
“Semua elemen masyarakat kami ajak untuk melaksanakan PAUD di manapun. PAUD sudah dilaksanakan di balai desa, balai RT/RW, pisat-pusat perbelanjaan, hingga rumah ibadah”, ujar Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana dalam sambutannya yang sekaligus dikukuhkan menjadi Bunda Paud Kabupaten Karawang Tahun 2016 oleh Bunda Paud provinsi Jawa Barat Netty Prasetyani Heryawan yang berlangsung dilapangan Karangpawitan Karawang, pada Jum’at (3/4).
Pendidikan yang tepat bagi anak usia dini menempatkan “bermain” sebagai wahanan penting bagi anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kecakapan sosial – emosional dan kemampuan kognitif anak.
“Pembelajaran membaca, menulis dan berhitung tidak dianjurkan. Sebaliknya, sangat didorong untuk membangun pengenalan aksara dan angka yang sesuai dengan tahap perkembangan anak”, Ujar Katarina Kasi Kemitraan dan Pembinaan Paud yang membacakan sambutan Direktur Paud Ditjen Paud Dikmas Kemendikbud.
Sejalan dengan hal tersebut, Bunda Paud Provinsi Jawa Barat meluruskan sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, PAUD bukanlah hanya sebatas kelembagaan pendidikan, melainkan sebuah usaha memberikan pendidikan kepada anak baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
"Jadi jangan sampai salah kaprah, pendidikan bagi anak usia dini bukan hanya dilaksanakan di PAUD formal, melainkan juga di lingkungan keluarga dan masyarakat”, ujar Netty.
Menekankan pula Bunda Paud Provinsi Jawa Barat terhadap semua orang tua bahwa peran orang tua begitu besar dalam tumbuh kembang anak, dan diharapkan jangan sampai memberikan stimulus atau rangsangan yang negatif terhadap anak usia dini, karena akan mudah menerima apapun itu bentuknya.
“Kalau anak diberi masukan yang positif maka 10.000 sel otak berkembang dengan baik, tetapi kalau anak dibentak satu bentakan maka 1 millyar sel otak anak akan rusak”, ujar Netty.
Tentunya hal ini menjadi komitmen semua pihak termasuk Bunda Paud Kabupaten Karawang guna menjaga dan memperhatikan anak-anak usia dini. "Ini bukan hanya tugas saya, melainkan juga tugas seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga anak-anak di Kabupaten Karawang. Anak-anak adalah cikal bakal masa depan bangsa dan Negara”, tutupnya.
Pada kesempatan tersebut hadir Direktur Paud Ditjen Paud Dikmas Kemendikbud yang diwakili oleh Kasi Kemitraan dan Pembinaan Paud, Wakil Bupati Karawang, Ketua GOP TKI Provinsi Jawa Barat, Ketua Himpaudi Prov. Jawa Barat, Ketua IGTKI Prov. Jawa Barat, Kadisdikpora Kab. Karawang yang diwakili oleh sekertaris Disdikpora, para kepala OPD, para Camat dan para peserta Gebyar Paud.
Selain itu dalam kegiatan Gebyar PAUD tahun 2016 ini juga diisi dengan berbagai perlombaan kreatifitas anak, diantaranya lomba mewarnai, menyanyi solo, hafalan doa-doa, paduan suara, dan tari-tarian daerah

PENANDATANGANAN MOU PERSIKA KARAWANG DENGAN PERUSAHAAN SPONSORSHIP


Persika Karawang menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan di Karawang untuk mendukung Persika di ajang kompetisi ISC B (Indonesia Soccer Championship) sebagai salah satu ajang pembangkit semangat para pemain Persika.
            Maka diselenggarakan penandatanganan MOU antara Ketua Umum Persika Karawang H. Ahmad Zamakhsyari dengan tiga perusahaan yaitu Bank BJB Cabang Karawang, PT. Yamaha, dan PT. Pindodeli serta diketahui langsung oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana yang bertempat di ruang rapat Wakil Bupati Karawang, pada Selasa (31/5).
Pada kesempatan tersebut hadir Kadisnaker Kabupaten Karawang H. Ahmad Suroto, Ketua Karawang Taruna Kabupaten Karawang, perewakilan manajemen dari ketiga perusahaan yang menjadi sponsorship Persika Karawang.
Penandatangan notakesepahaman ini disaksikan oleh beberapa media lokal dan nasional yang ada di Kabupaten Karawang guna memberikan transparansi anggaran utamanya kepada pihak-pihak yang menjalin mitra dengan Persika Karawang.
“Kami mengundang media supaya tidak ada kebohongan, atau buruk sangka dari pihak perusahaan kepada kami, sehingga hari ini kita melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara Persika Karawang dengan perusahaan dan diketahui oleh Bupati Karawang selaku pemerintah daerah”, ujar Cellica saat memberikan sambutaan.
Pemerintah Kabupaten Karawang tentunya mengapresiasi terhadap perusahaan yang menjadi mitra bagi Persika Karawang, hal ini sebagai suatu pemicu semangat bagi perusahaan yang lain untuk bisa bekerjasama pula dengan Persika Karawang, tentunya untuk memajukan persepakbolaan di Kabupaten Karawang.
“Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang sudah menjadi sponshorship bagi Persika Karawang, dan mudah-mudahan ini menjadi stimulant bagi perusahaan yang lain untuk berkontribusi terhadap Persika Karawang”, pungkas Cellica.
Perjanjian yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman ini dibacakan oleh Kadisnaker Kabupaten Karawang H. Ahmad Suroto yang sekaligus menyampaikan langsung apa yang menjadi isi perjanjian tersebut, termasuk didalamnya masing-masing nominal rupiah yang diberika perusahaan yang menjalin kerjasama dengan Persika Karawang.
“Dari PT. Yamaha memberikan 100 juta, PT. Pindodeli 100 juta, dan Bank BJB memberikan 250 juta”, tambahnya. Dalam perjanjian tersebut memberikan pula sarana promosi 2 masing-masing 2 unit di stadion Singaperbangsa Karawang serta memasang logo perusahaan di jersey pertandingan Persika Karawang.
Melalui kerjasama ini diharapkan menjadi angin segar bagi Persika Karawang agar dapat berbenah dan membentuk sebuah team yang solid dan kuat supaya menjadi kebanggaan masyarakat Karawang, serta mampu berkiprah lebih jauh baik ditinggkat nasional maupun internasional. 

BUPATI KARAWANG IKUTI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN



Bupati Karawang dr.Cellica Nurrachadiana beserta 101 Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih, hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2015 mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Angkatan ke - II  Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan.
Kegiatan pembekalan atau penataran tersebut dilaksanakan di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Kamis (26/5).
"Saya apresiasi sekali penataran ini. Suatu langkah strategis," kata Luhut dalam sambutannya.
Beliau berharap, pemimpin daerah dapat mempunyai visi yang sama dengan pemerintah pusat. "Kita harus samakan visi kita. Harus paham maunya pemerintah apa. Kalau tidak, maka akan jalan sendiri-sendiri," imbuhnya.
Turut hadir dalam pembukaan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, serta sejumlah direktur jenderal (dirjen) di lingkungan Kemdagri diantaranya, Dirjen Otonomi Daerah Sumarsono, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Soedarmo serta Dirjen Bina Keuangan Daerah Reydonyzar Moenek.
Sementara itu, Kepala BPSDM, Teguh Setiabudi, menjelaskan, pembekalan perlu dilaksanakan agar pemahaman kepala daerah dan wakil terkait pemerintahan dalam negeri menjadi komprehensif. Dia menuturkan, penataran angkatan ke-II ini diikuti 102 peserta, berlangsung hingga 28 Mei 2016.
"Adapun materi yang disampaikan secara garis besar mencakup bidang politik, hukum, keamanan, program priotas pemerintah pada bidang pendidikan, kesehatan, Gerakan Revolusi Mental, daya saing serta inovasi," paparnya