Senin, 06 Juni 2016

PERINGATAN HARI KRIDA PERTANIAN KE 44 TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT DIGELAR DI KABUPATEN KARAWANG


Peringatan Hari Krida Pertanian ke-44 tingkat provinsi Jawa Barat bisa menjadi momentum dalam menyelesaikan permasalahan kesejahteraan petani dan nelayan di daerah dalam menyokong ketahanan pangan nasional.
Jawa Barat merupakan sumber pangan terbesar di Indonesia. Namun hal tersebut belum sama sekali berdampak terhadap kesejahteraan dan ketahanan keluarga petani dan nelayan. “Ada yang salah terhadap tata kelola dalam sistem pengelolaan dan tata niaga pangan”.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat pada pembukaan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-44 Tingkat Provinsi Jawa Barat yang bertempat di Kampung Budaya Desa Wadas Kecamatan Tekujambe Timur, pada Kamis (2/6).
Dalam mengatasi permasalahan dunia pertanian dan nelayan tentunya ada identifikasi masalah dan penguatan validasi data yang akurat, untuk mengukur perlu data yang akurat bagaimana keadaan pertanian, stok pangan dan ekonomi.
“Data valid mengenai ketersediaan pangan harus ada. Hal ini perlu mengingat sering terjadinya spekulasi atau kesalahan data pangan di Indonesia”, ujar Deddy saat memberikan sambutan.
Selain itu, pada peringatan HKP ini bukan hanya menjamin ketersediaan pangan kemudian meningkatkan motivasi dan kemampuan di para petani, tapi juga Krida Pertanian juga dimaknai sebagai upaya menghadirkan ketahanan keluarga para petani, para nelayan di Jawa Barat.
“Kekayaan sumber daya alam yang melimpah, hal ini harus memberikan dampak terhadap ketahanan pangan keluarga”. Ujar Netty Prasetyani Heryawan sebagai Ketua Forikan Provinsi Jawa Barat pada saat memberikan sambutannya.
Sejalan hal tersebut, Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana menyampaikan bahwa, Kabupaten Karawang tetap mempertahankan sebagai lumbung padi Jawa Barat dan sebagai pusat ketahanan pangan nasional walaupun sekarang bergeser menjadi kota industri.
Peringatan HKP kali ini di gelar mulai tanggal 1-4 Juni 2016 dengan mengambil tema “Melalui Hari Krida Pertanian ke-44 Tahun 2016 Kita Mantapkan Kelembagaan Tani-Nelayan Sebagai Mitra Kerja Pemerintah Dalam Rangka Kemandirian Pangan Menuju Kesejahteraan Petani di Jawa Barat”.
Acara tersebut berlangsung berbagai kegiatan, seperti temu wicara, pemberian penghargaan kepada para petani dan nelayan yang ada di Jawa Barat yang telah berjasa dalam membangun pertanian, perkebunan, perikanan, dan kehutanan. Selain itu, ada juga pameran agroexpo dan bazaar, juga pemecahan rekor makan ikan bersama.
Pada kesempatan tersebut hadir pula Bupati Karawang, Unsur FKPD Kabupaten Karawang, Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, perwakilan Kementerian Pertanian RI, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat, Kepala Bakorluh Jabar, para penyuluh, berbagai komunitas yang tergabung dalam rumpun pertanian atau Gapoktan se-Jawa Barat.

0 komentar:

Posting Komentar