Kamis, 18 Agustus 2016

BUPATI KARAWANG MERAIH PENGHARGAAN KEPALA DAERAH INOVATIF TAHUN 2016



Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana meraih penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif Tahun 2016 yang diselenggarakan oleh salah satu media nasional, penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo yang didampingi oleh Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo yang berlangsung di Grandball room Hotel Intercontinetal Bandung, pada Kamis (11/8).

Kepala Daerah Inovatif atau KDI merupakan apresiasi atas berbagai keberhasilan para kepala daerah dalam mengelola dan menggarap potensi daerah sehingga memacu pertumbuhan dan kemajuan berbagai sektor pembangunan.

Keberhasilan itu membuktikan, para kepala daerah yang mendapatkan anugerah KDI memiliki program bagus yang didukung kemampuan manajerial, kepemimpinan berkualitas, visioner, mampu mewujudkan harapan masyarakat, dan dapat merespons tantangan zaman baik dalam skala nasional, regional, maupun global.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan acara Kepala Daerah Inovatif (KDI). "Penghargaan terhadap kepala daerah inovatif ini mendorong daerah lain untuk bisa  mencontoh, bisa bergerak sehingga kepala daerah mampu mengatur segala bentuk gerakan masyarakat," ungkap Tjahjo Kumolo.

Penghargaan yang diraih oleh Bupati Karawang dalam kategori Ketenagakerjaan dinilai beberapa aspek, salah satunya menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) No 8 Tahun 2016 dan Peraturan Daerah (Perda) No. 1 Tahun 2011 yang mewajibkan perusahaan harus menyerap 60% karyawannya dari warga lokal. Saat ini sebanyak 2.504 warga Karawang terserap di 30 perusahaan.

Kategori lainnya yang menjadi penilaian adalah bidang ekonomi kreatif, perlindungan sosial, pendidikan, investasi dan industrialisasi, pelayanan kesehatan, ketahanan ekonomi, pembangunan infrastruktur, transparansi anggaran, pengembangan ekonomi kerakyatan, pengembangan ekonomi pertanian, tata kelola pemerintahan, pengembangan ekonmi pariwisata, investasi dan pendidikan

Penyelenggaraan penghargaan KDI ini merupakan tahun ke 3 di Bandung dari yang sebelumnya diselenggarakan di Makasar dan Solo. Untuk tahun ini ada 22 Bupati, 7 Walikota dan 6 Gubernur yang menerima penghargaan Kepala Daerah Inovatif Tahun 2016.

Pada kesempatan tersebut hadir dan memberikan penghargaan Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo, perwakilan dari PT. POS Indonesia


Selasa, 09 Agustus 2016

Penyerahan Santunan Anak Yatim dan Peletakan Batu Pertama Yayasan Al Mahdi Oleh Bupati Karawang


Tersedianya sumber daya manusia yang memiliki akhlak yang baik dan cerdas sebagai salah satu hal yang  mendukung tercapainya visi dan misi Karawang Yang Maju, Mandiri, Adil dan Makmur. Untuk mewujudkan hal itu, Pemerintah Kabupaten Karawang terus berupaya mewujudkan harapan tersebut dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana prasarana pendidikan, maka salah satunya ialah dengan mendukung pembangunan rumah singgah ataupun yayasan yatim piatu di Kabupaten Karawang seperti yang dilakukan oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana dengan melaksanakan peletakan batu pertama pada pembangunan Yayasan Al Mahdi yang merupakan rumah didik yatim piatu di Di Desa Pisang Sambo. Tirtajaya. Pada hari Senin (8/8).
Pada peletakan batu pertama tersebut Bupati Karawang dr. cellica nurrachadiana turut  pula didampingi oleh Pemimpin Yayasan Furqon Rizal Ahmad,  Ketua Yayasan Jami’yyatul Khair Iis Siti Wasiah, dan  Camat Tirtajaya beserta unsur muspida.
Lahan untuk membangun yayasan ini merupakan bantuan dari warga sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan sosial, seluas 600 m2 yang rencananya ke depan akan di perluas lagi.. “Tentunya ini harus diapresiasi atas nama pemerintah Kabupaten Karawang saya menghaturkan terima kasih,” ujar Cellica dalam sambutannya.
Pada sambutan tersebut Cellica juga menyampaikan beberapa bantuan yang akan di berikan kepada Yayasan Al Mahdi ini yaitu bantuan terhadap pengadaan tiang pancang bangunan bagi yayasan tersebut. “Bantuan yang di berikan memang baru sedikit. Tapi semoga apa yang telah di berikan ini dapat bermanfaat bagi warga sekitar. Bukan masalah nominalnya, tapi masalah keikhlasannya. Semoga ini dapat menjadi stimulan untuk membangkitkan semangat kedepan.” Tambah Cellica.
Terakhir, Cellica mengajak kepada semua anak-anak di yatim di yayasan al Mahdi agar selalu mentaati orang tua asuhnya, menghormati guru sehingga dapat membanggakan di kemudian hari , “jadilah anak-anak yang sholeha. Jadilah anak-anak yang membanggakan orang-orang di sekitar,” tutup Cellica. 

Pemberian Bantuan Sosial dan Hibah Untuk Korban Bencana Alam Oleh Bupati Karawang Di Lobi Gedung Singaperbangsa.



Karawang merupakan salah satu wilayah yang topografinya sering mengalami bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Salah satunya ialah yang terjadi di Desa Medalsari Kecamatan Pangkalan beberapa waktu lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang sebagai badan yang menangani permasalahan dan persiapan dalam menghadapi bencana alam di Kabupaten Karawang sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat menyerahkan santunan kepada korban bencana alam di Kabupaten Karawang bertempat di loby Gedung Singaperbangsa pada hari Senin (8/8).
Penyerahan santunan tersebut secara simbolis diberikan oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana kepada lima perwakilan warga Desa Kedawung, Kecamatan Lemah Abang dan  Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan. Pada kesempatan tersebut hadir pula Sekretaris Daerah Teddy Rusfendi Sutisna, Asisten Admistrasi Setda Kabupaten Karawang Ramon Wibawa Laksana dan Kepala BPBD Kabupaten Karawang Drs. Asip Suhendar.
Bantuan diserahkan atas dasar Surat Keputusan Bupati Karawang nomor : 360/Kep.319-Huk/2016 tentang penerima bantuan bencana alam serta Surat Keputusan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karawang nomor : 360/67/BPBD/2016 tentang  : tata cara pencairan bantuan korban bencana dengan jangka waktu kejadian periode Januari 2016 sampai Juni 2016, jumlah penerima bantuan seluruhnya sebanyak 30 orang yang telah memenuhi persyaratan dan telah lolos assesmen dari tim verifikasi BPBD Kabupaten Karawang.
Lebih rinci, Bantuan secara simbolis tersebut diserahkan kepada tiga orang dari Desa Kedawung Kecamatan Lemah Abang dan dua warga dari Desa Medalsari Kecamatan Pangkalan. Dengan rincian bantuan sebesar Rp. 2.500.000 untuk bantuan rusak sedang dan bantuan rusak berat sebesar Rp. 3.500.000

BUPATI KARAWANG MONITORING DUSUN PISANGAN PASCA BANJIR ROB PEKAN LALU



Pasca terjadi banjir rob yang terjadi minggu lalu, Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana melakukan monitoring guna melihat kondisi pasca rob dan penanganan untuk meminimalisir kerusakan yang diakibatkan oleh terjangan ombak laut di Dusun Pisangan Desa Cemarajaya Kecamatan Cibuaya, pada Kamis (4/8).
Bupati Karawang menyampaikan kepada masyarakat yang terkena dampak tersebut bahwa pemerintah Kabupaten Karawang menganggarkan kurang lebih 6,8 millyar rupiah untuk membuat pemecah ombak sepanjang 500 meter.
“Mudah-mudahan ini bisa sedikit untuk mengatisipasi bencana yang lebih besar lagi”, ungkap Cellica.
Guna menangani abrasi ini bisa mencapai 100 millyar rupiah, tentu itu semua tidak bisa dijalankan sekaligus karena Pemkab Karawang masih banyak pembangunan yang lainnya seperti Infrastruktur jalan.
Selanjutnya mengenai relokasi rumah warga yang rusak Bupati Karawang berencana akan menganggarkan untuk hal tersebut, agar masyarakat bisa mendapatkan rumah layak huni. “Sekitar 150 Kepala Keluaraga yang terkena dampak dari abrasi ini”, lanjutnya.
Terakhir Bupati Karawang juga mengharapkan pasca dibenahinya kawasan ini, kedepannya ingin dijadikan kawasan wisata air agar menarik minat wisatawan dan menambah penghasilan bagi masyarakat sekitar.
“Tetapi untuk kali ini diprioritaskan untuk penanganan abrasi lebih awal, dan akan bekerjasama baik dengan pemerintah provinsi ataupun pusat”, pungkas Cellica.
Pada kesempatan tersebut hadir mendampingi Bupati Karawang dari Kepala Dinas BMP Acep Jamhuri, BPBD Kabupaten Karawang, Camat Cibuaya, dan Kepala Desa Cemarajaya.

BUPATI KARAWANG MENGAPRESIASI BEASISWA PENDIDIKAN YANG DIBERIKAN OLEH PT. HM SAMPOERNA BAGI SISWA BERPRESTASI


PT.HM Sampoerna melalui paying program tanggung jawab sosial perusahaan “Sampoerna untuk Indonesia” bekerjasama dengan Putera Sampoerna Foundation mengukuhkan komitmennya dalam membantu meningkatkan akses pendidikan berkualitas di Kabupaten Karawang melalui pemberian beasiswa pendidikan bagi siswa berprestasi.
Kegiatan serah terima beasiswa ini dilakukan langsung oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana beserta Manager Plant PT HM Sampoerna Hani Idajanti kepada perwakilan siswa/i bertempat di Plaza Pemkab Karawang, pada Kamis (4/8).
Dalam sambutannya Bupati Karawang menyampaikan bahwa salah satu sektor yang paling utama adalah pendidikan, karena dari pendidikan pasti akan berimplikasi terhadap kehidupan. “kalau kita berbicara negara, dan keberadaan Karawang tentunya yang paling utama sektor pendidikan sehingga yang harus kita pikirkan adalah berbuat kebaikan untuk dunia pendidikan”.
Selanjutnya, mengenai hal kebijakan anggaran untuk dunia pendidikan bahwa wajib untuk menganggarkan 20% dari anggaran yang dimiliki pemerintah daerah bagi dunia pendidikan. “Karawang sudah mencapai 32 % surplus 12% dari anggaran yang seharusnya dialokasikan bagi pendidikan”, ungkap Cellica.
Pemerintah Kabupaten Karawang sudah mewajibkan untuk wajib sekolah 12 tahun agar kedepannya bisa bersaing dengan Masyarakat Ekonomi Asean, karena tidak dibisa dipungkiri bahwa tantangan kedepan akan semakin luas lagi. Sehingga harus mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang handal dan mampu bersaing di tingkat MEA.
Terakhir Bupati Karawang menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PT. HM Sampoerna yang sudah peduli dan menyumbangkan bai dari tenaga, pikiran dan materi terhadap dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Karawang.
Pemberian beasiswa berprestasi ini diberikan kepada 120 siswa/i yang tersebar di 17 SMA/SMK/Sederajat di Kabupaten Karawang dan berhak menerima 3 juta rupiah setiap siswa pertahunnya untuk dibelikan buku pelajaran, keperluan sekolah dan proses belajar lainnya. Hal ini disampaikan oleh Kadisdikpora Kabupaten Karawang H. Dadan Sugardan dalam laporannya.
Pada Kesempatan tersebut hadir Kadisdikpora Kabupaten Karawang H. Dadan Sugardan, perwakilan dari PT. HM. Sampoerna Tbk, perwakilan dari Putera Sampoerna Foundation. 

BUPATI KARAWANG MEMBUKA PELATIHAN KURIKULUM 13 PD. IGRA KABUPATEN KARAWANG


Implementasi program untuk mewujudkan guru raudhatul atfal yang professional dalam hal kegiatan pemberlajaran, PD. IGRA Kabupaten Karawang menyelenggarakan pelatihan kurikulum 13 kepada para kepala dan guru raudhatul atfal yang bertempat Aula Husni Hamid Pemkab Karawang dan dibuka secara langsung oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, pada Kamis (4/8).
Dalam sambutannya Bupati Karawang menyampaikan bahwa, kepada semua peserta pelatihan agar menyamakan persepsi guna peningkatan sumber daya manusia berupa pelatihan khususnya kurikulum 13 ini. “seyogyanya mampu mengimplementasikan bagi anak-anak sehingga menjadi anak yang shaleh dan shalehah”, ungkap Cellica.
Selanjutnya, Cellica juga menegaskan bahwa raudhatul atfal ini memiliki peran yang sangat penting bagi dunia pendidikan anak. Hal ini tentunya akan didukung oleh pemerintah Kabupaten Karawang mengenai program-program unggulannya.
“karena yang terpenting adalah mengetahui dan mengerti akan pendidikan akhlak dan budi pekerti, agar dapat diterapkan kepada kehidupan nantinya. Serta hal ini pula menjadikan keberhasilan yang diberikan oleh guru dan kedua orang tua”, lanjut Cellica
Terakhir Bupati Karawang berharap dengan diselenggarakannya pelatihan ini kedepannya bisa mengimplementasikan untuk kemajuan pendidikan anak usia dini baik di TK atau pun di raudhatul atfal, sehingga bisa menjadikan contoh yang baik bagi anak-anak didiknya.
Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari tanggal 4-5 Agustus 2016 yang diikuti 825 guru Raudhatul Atfal se-Kabupaten Karawang, serta yang menjadi narasumber Dra. Hj. Siti Latifah Firdaus, M.M.Pd dari Perwakilah Wilayah IGRA Provinsi Jawa Barat, dan sekaligus Sosialisasi Akreditasi RA dari BAN PNF Provinsi Jawa Barat.
Pada kesempatan tersebut hadir Kepala Kantor Kemenag Karawang H. Sopian, Ketua BAP PAUD Provinsi Jawa Barat, Ketua PW IGRA Provinsi Jawa Barat, Ketua PD IGRA Kabupaten Karawang.

Rabu, 03 Agustus 2016

BUPATI KARAWANG MELANTIK PENGURUS DEKRANASDA KABUPATEN KARAWANG MASA BAKTI 2016-2021


Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karawang merupakan organisasi non pemerintah sebagai mitra kerja pemerintah, mempunyai misi untuk melestarikan nilai–nilai budaya bangsa berupa produk kerajinan melalui program kegiatan pembinaan, pelatihan dan pemasaran/promosi hasil kerajinan daerah dengan mengikutsertakan dalam berbagai even pameran baik dalam maupun luar negeri.

Guna mewujudkan hal tersebut, Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana melantik secara resmi kepengurusan Dekranasda Kabupaten Karawang masa bakti 2016-2021 yang dihadiri oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Karawang Hj. Ida Suhida Zamakhsyari, bertempat di Aula Husni Hamid Pemkab Karawang, pada Rabu (3/8).

Dalam sambutannya Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana menyampaikan bahwa, apabila berbicara potensi daerah, tentunya harus mengetahui dan paham mengenai apa saja potensi yang dimiliki dimasing-masing daerah. Apalagi 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat memiliki ciri khasnya masing-masing. “Karawang juga harus memiliki potensi-potensi yang bisa menjadi unggulan buat Karawang itu sendiri”, ungkap Cellica.

Potensi tersebut bisa terlihat seperti di Kecamatan Cikampek memproduksi kerajinan boneka terbesar di kawasan Asia Tenggara, Desa Walahar memproduksi kerajinan tas dari eceng gondok, Kedungwaringin memproduksi kerajinan anyaman dari bambu.

Selanjutnya, Bupati Karawang menginginkan potensi yang ada di Kabupaten Karawang bisa go nasional agar bisa dinikmati dan disukai masyarakat yang bukan hanya orang Karawang saja tetapi memiliki nilai manfaat bagi masyarakat diseluruh Indonesia. Hal tersebut bisa tercapai dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.

“dengan mengangkat budaya kearifan lokal yang ada serta potensi yang dimiliki. Tentunya Dekranasda yang sudah dilantik ini harus mampu menjadi pion-pion penggerak agar Kabupaten Karawang bisa dikenal di dunia Nasional”, pungkas Cellica
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Karawang Hj. Ida Suhaida Zamakhsyari menyampaikan kepada seluruh pengurus dan anggota Dekranasda Kabupaten Karawang untuk malakukan berbagai terobosan sekaligus meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pengrajin, bahkan kalau memungkinkan harus melakukan proteksi terhadap karya-karya pengrajin dengan terus mensosialisakan selogan“mencintai produk dalam negeri” kepada seluruh masyarakat, agar produk-produk kerajinan masyarakat tidak menjadi “tamu” di daerahnya sendiri.

CELLICA NURRACHADIANA MEMBUKA LOMBA INOVASI MEMASAK IKAN DI KABUPATEN KARAWANG TAHUN 2016


Dalam rangka mewujudkan inovasi makanan yang berasal dari bahan baku ikan, Dinas Perikanan  dan Kelautan mengadakan ,kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan memasak ikan, menciptakan menu berbahan dasar ikan  yang mudah diterapkan keluarga sehari-hari dan menyebarluaskan informasi tentang kandungan protein ikan.
Kegiatan yang diikuti oleh semua Kecamatan se-Kabupaten Karawang tersebut dibuka oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, serta dihadiri pula oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Drs. H. Hendro Subroto, MM, Ketua PKK Kabupaten Karawang Ida Zamakhsarry, dan Dharma Wanita Kabupaten Karawang. Acara tersebut bertempat di Aula Husni Hamid Pemkab Karawang pada Selasa (27/7).
Dalam sambutan tertulisnya Bupati  Cellica Nurrachadiana menyampaikan, bahwa pola fikir masyarakat harus diubah dalam mengatur pola makan yang sehat. “kita harus mewujudkan, pola makan yang sehat dan mendeklarasikan diri kita untuk memamakan ikan karena ikan adalah sumber protein dan omega 3 yang dapat bermanfaat untuk jantung, arteri dan vena, sehingga dengan kita mengomsumsi ikan dapat meningakatkan kecerdasaan dan membantu mencengah berbagai penyakit terutama jantung,” ujar Cellica.
Sebelumnyanya, Drs. Hendro Subroto menyampaikan dalam sambutannya bahwa latar belakang terbentuknya kegiatan ini adalah terwujudnya ketahanan pangan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.dan untuk menyebarluaskan informasi tentang kandungan ikan dan jenis jenis ikan laut yang menjadi bahan dasar.

CELLICA NURRACHADIANA MERESMIKAN GEDUNG SD NEGERI KONDANGJAYA III



Pendidikan merupakan sektor penting dalam pembangunan bangsa, untuk memperbaiki kondisi sekarang, hari esok dan masa depan kearah yang lebih baik demi terciptanya generasi penerus yang cerdas.
Kegiatan tersebut diresmikan oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, serta dihadiri oleh Drs. H. Asep Hilman, M.Pd selaku kepala dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat, Drs. Wowon Widaryat M.Si selaku direktur pembinaan sekolah dasar, Kepala Desa KondangJaya, Camat Karawang Timur, dan Kepala Sekolah SD Negeri KondangJaya. Acara tersebut bertempatan di SD Negeri Kondangjaya III Kampung Betet, Desa Kondang Jaya Karawang Timur pada Selasa (2/8).
Dalam sambutannya Bupati Cellica Nurrachadiana menyampaikan bahwa pendidikan adalah nomor satu diatas segala-galanya karena dengan pendidikanlah apa yang kita inginkan dapat tercapai dan dengan pendidikan kita mampu membangun bangsa untuk masa depan yang lebih baik dengan menuaikan ide-ide yang cemerlang karena masa depan bangsa ini ditentukan oleh pemuda-pemudi yang berpendidikan dan yang mempunyai semangat yang tinggi untuk membangung bangsanya.
"anggaran BOS harus dioptimalkan dan harus di dahulukan oleh sekolah demi terciptanya situasi mengajar yang kondusif" ujar cellica
Sebelumnya Drs. H Asep Hilman, M.Pd menyampaikan dalam sambutannya, sekolah yang telah di revitalisasi harus dapat dijaga dan diperlihara oleh semua pihak mulai dari guru hingga murid SDN Kondangjaya III, karena dengan sekolah yang nyaman, bersih akan terciptanya situasi yang kondusif.
"Kami menitipkan sekolah ini untuk dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan diperlihara" ujarnya
Drs. Wowon Widaryat, M.Si menyampaikan bahwa Program Revitalisasi ini adalah program tuntas dimana banyak Sekolah Dasar yang masih kurang layak di Indonesia ini, maka dari itu program ini kita prioritaskan untuk siswa siswi agar terciptanya generasi yang cerdas.
Revitalisasi ini mengeluarkan anggaran dana sebesar Rp. 2.797.603.000 dan jangka waktu pembangunan gedung sekolah selama 5 bulan terhitung dari 1 Januari sampai dengan 30 Mei 2016.