Kamis, 09 Februari 2017

PERMUDAH LAYANAN TERA DAN TERA ULANG PINDAH KE KABUPATEN/KOTA


Bupati Karawang dr.Cellica Nurrachadiana Teken naskah kesepakatan bersama dalam rangka kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang tentang pelayanan Tera, Tera Ulang dan pengawasan Metrologi Legal dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Rabu (08/02), bertempat di Aula Barat Gedung Sate Bandung. Hal serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten purwakarta dan Pemerintah Kabupaten Subang.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan, “Kedepan pasca penandatanganan serah terima ini,  nanti kewenangan Metrologi Legal (tera, tera ulang, dan pengawasan) berpindah ke kabupaten/ kota. Pelimpahan itu diharapkan tidak menghambat pelayanan tera ulang, karena belum semua kabupaten/ kota sanggup mengadakannya”,ungkapnya.
Aher menambahkan, “Pada prinsipnya perpindahan kewenangan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya terkait standarisasi dan perlindungan terhadap konsumen. Konsekuensinya memang setiap kabupaten/ kota wajib memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Metrologi Legal. Namun karena saat ini di Jawa Barat baru memiliki 5 (lima) enam UPTD, dan Saya mengharapkan agar ada kerja sama antar daerah”, imbuhnya.
Kaitan dengan daerah di sekitarnya (yang tidak memiliki UPTD), Aher mohon agar difasilitasi kerja sama antardaerah di provinsi. Yakni, bagaimana kegiatan kita menjadi legal,  
Aher menekankan perpindahan kewenangan jangan sampai ditunda karena ketidaksiapan. Sebab penundaan berarti pelanggaran terhadap UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.
“Ini pelanggaran undang-undang kalau sampai ditunda. Karena ini perintah undang-undang, tidak boleh dibatalkan oleh menteri atau dirjen. Jadi apapun harus kita jalankan,” tandasnya.

BUPATI KARAWANG GELAR BRIFING STAF SIMBOLIS PARA KEPALA OPD MELAKUKAN PENANDATANGANAN PAKTA INTEGRITAS DISAKSIKAN OLEH BUPATI KARAWANG


Bertempat di Gedung Singaperbangsa kantor Bupati Lantai 3, sudah menjadi agenda rutin Bupati Karawang gelar Brifing Staf dengan para kepala OPD termasuk Camat se-Kab Karawang. Hadir diantaranya Sekda Kabupaten Karawang H, Teddy Rusfendi Para Asisten, Para Staf Ahli Bupati, Kepala OPD dan Camat se-Kab Karawang. pada awal bulan Februari  ini di awal pekan kemarin Bupati Karawang Teh Celli menyampaikan sedikit arahan kepada para pejabat Pemkab Karawang agar terus lakukan evaluasi apa yang dilakukan pada Tahun Anggaran 2016. apa saja yang belum dirasakan oleh Masyarakat agar terus di sempurnakan, seluruh kegiatan yang di anggarkan pada tahun Anggaran 2017 ini agar seluruhnya dominan berbasis pro rakyat. seluruh yang tertuang pada RPJMD wajib terealisasi sampai 5 tahun periode Cellica Jimmy ini tahun 2016-2021, tanggal 17 bulan Februari ini setaun masa Periode kami. Capaian tiap tahun dari OPD harus terus terealisasi. Untuk diketahui bersama dan dipersiapkan pada bulan Maret Jajaran Pemkab akan adakan lagi monitoring PATEN Keliling di seluruh kecamatan di Kabupaten Karawang Kabag Tata Pemerintahan akan menjadi leading sector. rencana akan dilakukan setiap minggu ke 2 dan minggu ke 4 tiap bulan.

Masih menurut Bupati Capaian Pendapatan Asli Daerah yang ada pada Dinas teknis agar terus ditingkatkan, pada tahun 2017 ini agar lebih baik lagi dibanding tahun 2016. kemudian saya ingin kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga agar lebih terus membina jajarannya agar bekerja terus lebih semangat, kepada Dinas dinas terjadi penggabungan atau pemekaran diingatkan mengenai mutasi Aset agar dilakukan dengan tertib administrasi dilakukan dengan baik agar perpindahan aset berjalan dengan baik. tahun 2016 predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sudah didapatkan oleh Pemkab Karawang itu semua sudah menjadi penantian ber tahun tahun, oleh karena pada tahun ini dan tahun tahun selanjutnya juga wajib kita pertahankan predikat WTP.

Pada brifing saat ini juga dilakukan penandatanganan Pakta Integritas person by person seluruh kepala OPD dan Camat Camat, simbolis dilakukan oleh Sekda Kabupaten Karawang H.Teddy Rusfendi, Kepala Dinas Kesehatan dr. H.Yuska Yasin, dan Camat Karawang Barat Dra Wiwiek Kresnawati. dengan adanya pakta integritas agar seluruh kinerja khususnya kepala OPD dapat selalu mengacu pada komitmen pada poin poin yang tertuang pada pakta integritas. “sistem Reward Funishment pada Aparatur Sipil Negara akan terus diberlakukan.”ungkap Bupati Mengakhiri 

Sekda menambahkan kepala para kepala OPD bila ada PNS yang tidak aktif dalam hal ini lama tidak masuk agar dilaporkan kepada Inspektorat agar di urus dengan ketentuan yang berlaku. kemudian Penghasilan PNS kedepan akan sesuai dengan beban kerja tidak ada honor kegiatan jadi keseluruhannya akan berbasis kinerja bila yang beban kerja nya tinggi akan mendapatkan penghasilan tinggi, kemudian kepada Kepala OPD dipastikan tanggungjawabnya akan lebih berat karena akan ada funishment berupa potongan TPP karena OPD adalah penanggungjawab nya adalah Kepala OPD. Seluruhnya yang ada pada Pakta Integritas agar dilaksanakan. Dengan begitu seluruh Program yang ada pada OPD berjalan dengan lancar. Kemudian terakhir mengenai capaian belanja bulan ini seluruh program harus sudah running terus di evaluasi apa yang merasa kurang agar disempurnakan terus. sesuai dengan amanat Bupati Karawang

DEKLARASI MASYARAKAT KARAWANG ANTI HOAX


Menanggapi banyaknya penyebaran informasi berbau fitnah, hasutan maupun hoax di media sosial, hal ini cukup membuat resah berbagai kalangan masyarakat terkhusus di wilayah Kabupaten Karawang. Atas dasar  keresahan itu, Dinas Kominfo Kabupaten Karawang sebagai penyelenggara, bekerjasama dengan Forum Forkominda, tokoh lintas agama, budayawan, akademisi, pelajar dan pemerhati sosial, LSM, selenggarakan Deklarasi masyarakat Karawang anti Hoax yang dibuka langsung oleh Bupati Karawang dr.Cellica Nurrachadiana, dengan membubuhkan cap tangan pada baner,  bertempat di Lapang Karang pawitan sesaat setelah melakukan senam bersama yang dipadukan dengan penyerahan Sertifikat Akreditasi Tingkat Paripurna RSUD dan Sertifikasi dasar Puskesmas, Jumat (03/02).
Hoax merupakan material informasi yang direkayasa untuk menutupi informasi sebenarnya. Hoax juga bisa diartikan sebagai upaya pemutarbalikan fakta, melalui proses pembacaan dengan informasi yang meyakinkan, tetapi tidak dapat diverifikasi. Terkadang hoax juga diartikan sebagai tindakan mengacaukan informasi yang benar, dengan cara membanjiri suatu media dengan pesan yang salah untuk menutupi pesan yang benar.
H.Yasin Nasrudin.S.Sosselaku Kadiskominfo dalam laporannya mengatakan, “Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mengajak seluruh masyarakat agar peduli memerangi penyebaran informasi Hoax di Media Sosial, serta bertujuan mengajak masyarakat agar lebih kritis dalam membaca dan menyebarkan berita di Media Sosial”, ungkapnya.
Beliau juga menyampaikan dassar dari kegiatan ini yakni Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana, Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Peraturan Mentri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 17/Per/M.Kominfo/03/2009 Tentang Desiminasi Informasi Nasional oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah daerah Kabupaten/Kota, serta Peraturan Bupati karawang Nomor 56 Tahun 2016 Tentang “Kedudukan, susunan organisasi, tugas, fungsi dan tata kerja Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang.
Sementara itu Bupati Karawang dalam sambutannya mengatakan, “Saya sangat mendukung kegiatan ini, sebagai komitmen Kita untuk lebih peduli dan bersama sama memerangi penyebaran berita berita bohong atau istilah kerennya disebut `HOAX` yang saat ini marak di media sosial,”ujarnya.
Menurutnya, banyak informasi Hoax yang viral di media sosial kemudian memicu keributan bahkan merembet menjadi kerusuhan fisik, hal ini juga berpotensi mengganggu keamanan Nasional
“Perkembangan IT berdampak pada disintegrasi bangsa oleh karena itu kita harus berhati hati dalam menggunakannya,”ungkap Bupati.
Bupati menambahkan, generasi muda rentan terpapar oleh penyebaran berita palsu di media sosial. Hal tersebut dikhawatirkan dapat merusak generasi muda sebagai penerus bangsa.
“Generasi muda merupakan yang paling rentan terhadap bahaya hoax, sangat disayangkan kalau Indonesia yang akan datang diisi oleh orang-orang yang tidak cerdas dalam bermedia sosial. Jangan sampai penyesalan kita bayar dengan penderitaan yang panjang,” imbuhnya 

KOMITMEN MASYARAKAT KARAWANG ANTI HOAX

DENGAN KESADARAN, KEIKHLASAN, KEINGINAN LUHUR DAN RASA TANGGUNGJAWAB UNTUK BERBUAT TERBAIK BAGI INDONESIA PADA UMUMNYA DAN KABUPATEN KARAWANG PADA KHUSUSNYA, ATAS NAMA MASYARAKAT KARAWANG INDONESIA ANTI HOAX MEMBUAT KOMITMEN, KOMITMEN INI DI DASARI DENGAN UU NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK. POIN POIN YANG KAMI JADIKAN PEGANGAN DAN LANDASAN PERILAKU KAMI DALAM BERMEDIA SOSIAL DIANTARANYA SEBAGAI BERIKUT :
1.    MENDORONG PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SECARA POSITIF DENGAN MENINGKATKAN LITERASI AGAR KAMI MASYARAKAT KABUPATEN KARAWANG BISA LEBIH BER HATI-HATI DALAM MENERIMA INFORMASI ATAU BERITA SERTA TIDAK DENGAN MUDAH MENYEBAR KEMBALI BERITA TERSEBUT SEBELUM MEMASTIKAN KEBENARAN INFORMASI TERSEBUT;
2.    SIAP BERPERAN AKTIF DALAM MENCEGAH DAN MEMERANGI PENYEBARAN BERITA HOAX, KARENA BERITA HOAX ITU DAPAT MEMECAH BELAH KESATUAN DAN PERSATUAN BANGSA;
3.    MENDUKUNG SOSIALISASI DAN KAMPANYE KEPADA KELUARGA, TETANGGA DAN SELURUH LAPISAN MASYARAKAT TENTANG BAHAYA PENYEBARAN FITNAH, HASUTAN, DAN HOAX, BAIK DARI SISI MORAL, SOSIAL DAN HUKUM MAUPUN NILAI AGAMA;
4.    SETIAP NETIZEN HARUS SIAP UNTUK MEMBANTU MENGUBAH PERILAKU NEGATIF PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL AGAR DAPAT TERCIPTA MASYARAKAT BERBUDAYA INFORMASI YANG BERWAWASAN KEBANGSAAN DAN MEMILIKI NILAI AGAMA.
KOMITMEN INI KAMI BUAT DENGAN KETULUSAN HATI, KAMI UCAPKAN DALAM KEADAAN SADAR, DI DENGAR OLEH TUHAN YANG MAHA ESA DAN DISAKSIKAN OLEH ALAM SEMESTA AGAR MENJADI PENGINGAT DAN PERHATIAN BAGI SEGENAP MASYARAKAT KABUPATEN KARAWANG.
SEJAK DITANDATANGANI KOMITMEN MASYARAKAT ANTI HOAX DIHARAPKAN SEMUA PIHAK HARUS BERSATU PADU, BERGANDENG TANGAN SALING MENGHORMATI DAN SALING MENGUATKAN.
SEMOGA TUHAN YANG MAHA ESA MEMBERIKAN PETUNJUK AGAR PIAGAM INI BISA TERWUJUD, DALAM KARYA NYATA, MENUJU MEDIA SOSIAL INDONESIA YANG POSITIF DAN SALING MENGINSPIRASI.

KARAWANG, 3 FEBRUARI 2017


MASYARAKAT KARAWANG INDONESIA ANTI HOAX


BUPATI KARAWANG MENGHADIRI RAPAT MENGENAI SPGDT



Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana menghadiri rapat mengenai Sistem Penanggulangan Kegawat Daruratan Terpadu (SPGDT) yang di selenggarakan oleh Dinkes Kabupaten Karawang beserta RSUD Karawang dan seluruh Pimpinan RS se-Kabupaten Karawang yang bertempat di Ruang Rapat Dirut RSUD Karawang, pada Rabu (1/2).
Dalam sambutannya Bupati Karawang menyampaikan bahwa, mengenai SPGDT ini sangat memberikan kemudahan bagi masyarakat tentunya, sehingga nanti apabila memang masyarakat membutuhkan pertolongan kegawat daruratan bisa langsung direspon dengan cepat oleh pihak rumah sakit dan membantu pertolongan untuk meminimalisir kondisi pasien sampai ambulance atau petugas medis datang ke lokasi.
Lebih lanjut Bupati Karawang mengapresiasi kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi dengan program ini, sehingga kedepannya baik pemerintah daerah maupun pihak-pihak swasta mampu menjalin kerjasama yang baik untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang optimal.
Sementara itu, sistem ini nantinya akan dibuat dengan satu kode akses untuk memudahkan masyarakat dalam mengingatnya, sehingga nantinya masyarakat akan mudah untuk memanggil pertolongan untuk kegawat daruratan. Karena, kode akses ini merupakan kode utama yang ada di Indonesia yang terhubung langsung oleh pusat dan nantinya dimasing-masing daerah dikembangkan lagi.
Pada kesempatan tersebut hadir Kepala Bappeda Kabupaten Karawang, Kadinkes Kabupaten Karawang, Dirut RSUD Karawang beserta jajarannya serta seluruh perwakilan dari Rumah Sakit se-Kabupaten Karawang. 

BUPATI KARAWANG SILATURAHMI KE 2 SMK DI KARAWANG



Pasca kejadian bentrokan yang terjadi antar dua SMK yang bertikai, Bupati Karawang beserta Kadisdikpora, Kepala Dinas Sosial serta Ketua PGRI Kabupaten Karawang mengunjungi kedua SMK tersebut guna mengklarifikasi serta memberika arahan langsung terkait masalah tersebut yang bertempat di SMK Taruna Karya dan SMK Bina Karya, pada Rabu (1/2).
Dalam arahannya Bupati Karawang menyampikan bahwa, kejadian kemarin sangat memprihatinkan serta mencoreng kembali dunia pendidikan yang seharusnya para siswa belajar dengan baik untuk meraih prestasi serta cita-citanya.
Oleh karena itu, Pemkab Karawang melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga serta Dinas Sosial akan melakukan pembinaan terhadap siswa yang bentrok, sehingga menjadi efek jera dan terputus mata rantainya. Tawuran ini pasti ada penggeraknya dan harus dibina, ada kemungkinan mereka mempunyai persoalan atau masalah di rumah ataupun di lingkungan sekolah.
Lebih lanjut Bupati Karawang menyarankan anak – anak sekolah tidak membawa HandPhone ke dalam area sekolah. Serta bentuk tindakan dikeluarkannya anak dari sekolah bukan tindakan yang baik juga, tetapi jika memang sudah tidak bisa di arahkan maka akan di keluarkan dari sekolah.
Hal tersebut semata-mata memberi efek jera bagi para siswa yang memang sulit untuk diarahkan kembali, sehingga harus ada metode dari sekolah dan pucuk dari permasalahan tersebut bisa terdeteksi lebih dini dengan pembinaan dari pihak sekolah maupun rumah. Agar nantinya bisa diambil pelajaran bagi masyarakat atau para siswa.
Terakhir Bupati Karawang mengharapkan bahwa, para siswa menjadi anak – anak yang sholeh agar semata – mata bisa sharing apa permasalahan nya sampai terjadinya hal tersebut, besar harapan anak – anak ini jangan terpancing dengan emosi, tidak akan terjadi lagi kedepannya. 

BUPATI KARAWANG MENGHADIRI RAPAT KOORDINASI LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KARAWANG


Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana menghadiri rapat koordinasi Lingkungan Hidup dalam upaya percepatan pengendalian dan pemulihan kerusakan lingkungan hidup yang diselenggarakan oleh BPLHD Provinsi Jawa Barat dengan Pemkab Karawang yang bertempat di Lantai III Gedung Singaperbangsa Pemkab Karawang, pada Selasa (31/1).
Dalam sambutannya Bupati Karawang menyampaikan bahwa, pemerintah Kabupaten Karawang semua komponen harus memiliki komitmen untuk mencegah dan mengurangi kerusakan lingkungan dengan cara memanfaatkan hutan secara terencana dan terkendali atau melakukan kegiatan rehabilitasi, penanaman dan penghijauan.
Oleh karena itu, lingkungan hidup harus dilindungi dan dikelola dengan baik berdasarkan asas tanggung jawab, asas keberlanjutan, dan asas keadilan. Selain itu, pengelolaan lingkungan hidup harus dapat memberikan kemanfaatan ekonomi, sosial, dan budaya yang dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian, desentralisasi, serta pengakuan dan penghargaan terhadap kearifan lokal dan kearifan lingkungan.
Selanjutnya Bupati Karawang menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan kerangka fikir dan pemahaman terhadap bahaya pencemaran dan kerusakan lingkungan serta untuk meningkatkan kesadaran, partisipasi, komitmen dan sinergitas dalam pengendalian pencemaran dan pengelolaan kawasan pesisir dan pantai oleh semua pemangku kepentingan.
Disisi lain, apabila kita mencermati konsep dasar pembangunan berkelanjutan atau pembangunan berwawasan lingkungan serta gagasan bahwa sumber daya alam yang ada jumlahnya terbatas, sedangkan kebutuhan manusia akan kebutuhan sumber daya alam cenderung tidak terbatas, sehingga sumber daya alam yang ada perlu dilestarikan dan dipelihara agar bisa dimanfaatkan baik oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Terakhir Bupati Karawang berharap bahwa, seluruh stakeholder di kabupaten karawang dapat semakin memahami fungsi daripada lingkungan hidup, karena pelestarian fungsi lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup serta diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pelestarian lingkungan.
Pada kesempatan tersebut hadir Kepala BPLHD Provinsi Jawa Barat, para Asisten Setda Kabupaten Karawang, Kepala Inspektorat Kabupaten Karawang, para Kepala OPD Kabupaten Karawang, serta para Camat beserta Kepala Desa.

Bupati Karawang Resmikan Kantor Kelurahan Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat


Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana meresmikan Kantor Kelurahan Tunggakjati Kecamatan  Karawang Barat pada Senin (30/1). Dalam kesempatan tersebut turut hadir Asisten Pemerintahan, Kabag Ekonomi, perwakilan Kepala BPMPD,Kabag Tata Pemerintahan, Camat beserta Muspika Karawang Barat, serta para Lurah se-Kecamatan Karawang Barat.
Dalam sambutannya Bupati Karawang menyampaikan, bahwa tujuan didirikannya Kantor Kelurahan Tungakjati adalah agar masyarakat bisa merasakan keberadaan Kantor Kelurahan yang merupakan wujud salah satu pelayanan publik, tentunya dengan fasilitas yang mumpuni akan sebanding dengan apa yang diberikan oleh aparatur desa dalam melayani masyarakat.
Selanjutnya Bupati mengharapkan agar kinerja Bapak Lurah beserta jajarannya bisa ditingkatkan lagi sehingga menjadikan sebuah kantor yang senantiasa dicintai oleh masyarakat terkait apapun pelayanan publik yang dilakukan dan menjaga apa yang menjadi kebanggaan bersama.